Maklum, tak terbersit dalam benaknya, kedua pria yang disegani di timnas Spanyol itu harus terlibat pertengkaran saat di ajang Piala Eropa 2016 di Perancis, Juni-Juli 2016.
"Sedikit (terkejut) pada awalnya. Tapi mereka bisa menyelesaikan persoalan berdua dengan cepat," imbuh Iniesta kepada Marca.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puncak pertengkaran pemain dan pelatih itu terjadi saat Spanyol kalah dari Italia 0-2 di babak 16 besar Piala Eropa 2016. Tak lama setelah La Roja kalah, Del Bosque memilih mundur dari kursi kepelatihan timnas.
Kemudian, Del Bosque digantikan oleh mantan pelatih usia muda Porto dan Spanyol, Julen Lopetegui sebagai pelatih yang baru. Julen akan memimpin Tim Matador untuk menghadapi Piala Dunia 2018.
Gelandang Barcelona itu pun menaruh banyak harapan kepada pelatih baru Spanyol yang pernah merumput menjadi kiper Barcelona itu. "Yang paling utama adalah mendoakannya sukses di dunia dan ia bisa membawa kami sekali lagi mendekati target di timnas," ucapnya.
"Ia (Lopetegui) adalah pelatih yang memiliki pengalaman internasional dengan usia lebih muda. Ia juga punya pengalaman di level klub dan pernah menjadi pemain."
Sebagai mantan pemain, menurutnya, tak sulit meneruskan ide-ide Lopetegui kepada para pemain.
Iniesta juga menyampaikan kesan-kesannya kepada Del Bosque. "Saya rasa tak banyak yang bisa dikatakan. Eranya Vicente merupakan yang terbaik di aspek olahraga. Perjalanan yang bagus bagi sepak bola Spanyol saat itu," jelas pemain berusia 32 tahun tersebut. (bac)