Chiller mengatakan tiga dari empat kaus lengan panjang yang sengaja dibawa untuk mencegah gigitan nyamuk pembawa virus Zika hilang. Ia kemudian meminta agar keamanan Kampung Atlet harus ditingkatkan untuk menghindari pencurian.
"Ketika Anda memiliki 15 ribu tempat tidur dalam satu gedung, Anda akan menemukan banyak orang berlalu-lalang di sekitaran Kampung Atlet," katanya seperti yang dikutip dari NBC Sports, Senin (1/8). "Saya tidak menuduh siapapun, tapi ada banyak pekerja, petugas kebersihan yang tidak terakreditasi dan berkeliaran di sini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak tiba di kampung atlet, Tim Olimpiade Australia tidak merasa nyaman. Mereka menilai kampung atlet tak layak ditempati karena di sana terdapat masalah kebocoran gas, kebocoran air, dan masalah arus listrik.
Evakuasi pun dilakukan dan beruntung tak ada yang terluka atas kejadian tersebut.
Sebelum-sebelumnya, tim Olimpiade Australia pun kerap kali mengalami musibah di Rio de Janeiro, bahkan sejak masa persiapan.
Pada Mei lalu, dua anggota cabang olahraga berlayar Paralimpiade Australia dirampok dan ditodongkan senjata api. Australia kemudian mendesak pemerintah Brasil agar meningkatkan keamanan di Rio de Janeiro sebelum ada atlet yang terluka.
Selain Australia, pelayar asal Spanyol, Fernando Echavarri, dan dua rekannya juga pernah ditodongkan senjata oleh lima orang laki-laki di Rio de Janeiro pada bulan yang sama.
Selain masalah keamanan, kota Rio de Janeiro juga sedang menghadapi isu virus Zika, polusi air, penjualan tiket yang lambat, gejolak politik pemerintah lokal dan korupsi.
(vws)