Karena hal tersebut, kariernya sebagai Ketua PSSI pun terpaksa harus berakhir lebih cepat. Bonek ingin agar sosok ketua PSSI berikutnya lebih baik dari yang sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi keadaan suporter sekarang seperti ini sebetulnya juga andil dari orang-orang atas, mereka tidak fairplay kok, aturan dilanggar sendiri. Suporter juga tidak bisa disalahkan begitu saja," kata koordinator lapangan Bonek, Yanto Priyanto 'Grandong', kepada CNNIndonesia.com .
Yanto sendiri tak memiliki calon khusus untuk jadi Ketua PSSI. Menurutnya siapapun dari kalangan politik hingga budayawan, dapat jadi Ketua PSSI.
"Keinginan kami adalah calon ketua PSSI yang benar-benar fairplay, tidak ada istilahnya anak emas dan sebagainya. Selama ini suporter bersorak rasis dalam pertandingan, tidak dikenakan sanksi, tidak berimbang. Ini kan menimbulkan kecemburuan juga."
"Kenapa sih suporter Indonesia seperti sekarang ini? Harusnya mereka (PSSI) intropeksi, seharusnya PSSI berkaca sendiri," katanya.
Kongres PSSI berikutnya akan diadakan pada 17 Oktober mendatang. Selalin membahas soal kepengurusan PSSI, dalam kongres tersebut juga akan membahas tentang nasib Persebaya 1927 di kompetisi resmi nasional. (ptr)