Eko Yuli mendapatkan perak di Olimpiade Rio De Janeiro, Senin (8/8), berkat total angkatan 312 KG (snatch 142KG dan clean & jerk 170 KG). Medali emas didapatkan Oscar Albeiro Figueroa dari Kolombia dengan total angkatan 318KG (Snatch 142KG dan Clean & Jerk 176KG).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirja mengatakan bahwa Eko sebenarnya mengangkat beban delapan kilogram lebih berat lagi.
Sementara itu soal angkatan clean & jerk, Dirdja menjelaskan bahwa Eko Yuli juga sebenarnya memiliki catatan yang lebih baik lagi.
"Kalau clean and jerk sih yang penting angkatan pertama kami amankan dahulu. Setelah itu kejar emas. Begitulah angkat besi. Namun sebenarnya Eko sanggup angkatan clean and jerk hingga 176KG atau 180KG," kata Dirdja
"Tapi yang penting dia sudah berusaha. Banyak faktor yang membuatnya seperti itu. Mungkin faktor tekanan juga."
Terlepas dari soal angkatan, Dirdja menyatakan dirinya sangat gembira dengan perak yang didapatkan anak didiknya tersebut. Apalagi hal tersebut membuat Indonesia meningkatkan prestasi dari empat tahun lalu ketika hanya membawa pulang satu perak dan satu perunggu dari Olimpiade London.
Sebelum Eko Yuli merebut perak, lifter putri Sri Wahyuni Agustiani juga telah menyumbangkan perak dari nomor angkat besi 48KG.
"Eko sudah berjuang luar biasa. Tradisi medali di angkat besi tetap dipertahankan, bahkan naik grade dari sebelumnya perunggu-perak jadi perak-perak," kata Dirdja.
(vws)