Lochte dan rekan-rekannya sedang berada di taksi menuju perkampungan atlet pada hari Minggu saat polisi memberhentikan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka mengambil senjata mereka dan berkata pada rekan saya untuk merunduk ke lantai. Saya menolak karena saya merasa tak ada yang salah jadi saya tak merunduk ke lantai," ujar Lochte kepada NBC.
"Orang tersebut siap menarik pelatuk, menodongkan senjata di dahi saya dan berkata pada saya untuk merunduk."
"Saya mengangkat tangan saya. Mereka mengambil uang dan dompet saya, namun meninggalkan telepon seluler," tutur Lochte.
Meski sudah berusia 32 tahun, Lochte yakin bahwa ia masih punya kesempatan untuk tampil di Olimpiade Tokyo 2020.
"Saya kini bersiap untuk secepatnya pulang ke rumah dan memulai rencana untuk menyusun masa depan dengan target kembali mewakili Amerika Serikat di Olimpiade Tokyo 2020," ucap Lochte dalam akun twitternya. (ptr)