Latihan di San Diego dimanfaatkan Toni untuk beradaptasi dengan trek karena San Diego memiliki dua buah replika trek Olimpiade 2016.
“Latihan di AS membuat saya lebih pede (percaya diri) karena treknya sama seperti di Rio, bahkan lebih besar dan lebih sulit” ucap Toni, Selasa (16/8), seperti dikutip dari rilis kontingen Olimpiade Indonesia yang diterima CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Toni juga mengakui masih kesulitan untuk mengatasi trek supercross di Rio. “Sebenarnya, trek seperti ini biasa saja kalau di luar negeri. Tapi, saya jadi kaget karena kami tidak punya trek seperti ini di Indonesia, jadinya tidak terbiasa,” katanya lagi.
Sementara itu, setelah melihat trek BMX di Deodoro Olympic Park, Chef de Mission Raja Sapta Oktohari, sekaligus Ketua Umum PB ISSI, mengatakan bahwa sudah saatnya Indonesia berpikir jauh ke depan dan tidak lagi hanya berpikir secara sempit.
“Kalau mau maju sudah saatnya kita berpikir lebih jauh, mematok target kita untuk Olimpiade. Jangan hanya memikirkan diri sendiri saja. Trek (seperti di Rio) ini sudah jamak untuk gelaran tingkat dunia, sementara trek terbaik di Banyuwangi pun masih jauh kelasnya di bawah ini,” kata Oktohari.
Cabang balap sepeda disiplin BMX akan dimulai Rabu (17/8) siang waktu setempat, dimulai dengan seeding run. Babak tersebut untuk menentukan posisi pebalap dalam undian sebelum kualifikasi.
Setelah itu, babak kualifikasi akan dimulai Kamis (18/8) siang waktu setempat. Sementara babak perempat final hingga final akan berlangsung Jumat (19/8) waktu setempat. (bac)