Wenger Ungkap Momen Paling Ditakutinya

Ahmad Bachrain | CNN Indonesia
Rabu, 24 Agu 2016 09:31 WIB
Manajer Arsenal, Arsene Wenger mengungkapkan, sepak bola sudah menjadi kehidupannya sehingga hidup kurang bermakna baginya tanpa sepak bola. Arsene Wenger mengungkapkan masa-masa pensiun sebagai manajer Arsenal menjadi hal yang ditakutinya. (Reuters/Tony O'Brien)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajer Arsenal, Arsene Wenger, membeberkan masa-masa yang paling ditakutinya. Ya, momen tersebut adalah ketika dirinya bakal pensiun dari jabatan manajer Arsenal.

Pelatih asal Perancis itu pun sadar, dirinya semakin dekat dengan senja kala pengabdiannya di Stadion Emirates. Wenger saat ini menjadi manajer terlama di Liga Primer Inggris dengan menangani Arsenal selama 20 tahun sejak 1996 silam.

Wenger mengakui, bakal ada yang hilang dari hidupnya saat momen-momen purnatugas itu tiba.

"Sepak bola merupakan hidup saya, dan sejujurnya, saya sangat ketakutan pada hari itu. Semakin lama saya menunggu (masa pensiun), bakal kian sulit menghilanghkan kecanduan ini," ujar Wenger kepada Game Changer: Inside English Football, seperti dikutip Goal.

Ketakukan Wenger tersebut diperparah usai dirinya bertukar pikiran dengan Sir Alex Feruison yang telah pensiun dari Manchester United.

"Setelah (Ferguson) pensiun dan kami bertandang ke Manchester United ia mengirim pesan dan mengundang saya minum bersamanya," tutur Wenger.

"Saya bertanya (kepada Ferguson): 'Apakah kamu merindukannya (masa-masa aktif di sepak bola)?' Kemudian, ia berkata: 'Tidak juga.' Seperti ada kekosongan dalam hidup Anda, apalagi jika Anda sudah telanjur menjalani hidup dengan menunggu pertandingan ke pertandingan dan berusaha memenangkannya."

Wenger mengakui, tak ada kehidupan sosial baginya selain di sepak bola. Bahkan, itu merupakan bagian dari kesenangannya yang belum rela ia lepaskan.

Meski demikian, ia menambahkan, dirinya masih terus berjuang keras untuk mengatasi kekalahan.

"Sebagai manusia, sebagian dari kita mencintai kemenangan, sebagian lainnya membenci kekalahan. Sedangkan persentase benci kalah di diri saya lebih besar," ungkap Wenger.

Menurutnya, sosok manajer harus benci kalah. Jika tidak, tak ada yang bisa menjaminnya bakal lama bertahan lama di klub.

"Jika pertandingan berjalan baik, saya akan keluar makan malam atau minum-minum bersama teman atau keluarga. Jika tidak, saya akan langsung pergi ke rumah menyaksikan laga sepak bola lainnya dan melihat perjuangan manajer lain," tutur Wenger.

"Jika kami kalah, itu akan menghancurkan akhir pekan kami. Namun, saya mulai belajar untuk mengendalikan kekecewaan saya dan berusaha bangkit." (bac/bac)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER