Dari tiga balapan yang berlangsung saat hujan, Lorenzo memang belum pernah berperforma baik. Di Assen, Belanda, ia finis di posisi 10, sementara ketika di Jerman ia melorot ke posisi 15.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ban depan ini terlihat sangat lunak, tapi sebenarnya tidak cepat aus," kata Lorenzo seperti dikutip dari Crash.
"Jadi Anda harus terbiasa dengan batasnya, untuk percaya bahwa Anda tidak akan kecelakaan dan tidak perlu mengerem terlalu dalam untuk memperlambat laju kendaraannya."
Lorenzo kemudian mengungkapkan bahwa salah satu solusinya adalah pengaturan motornya, terutama untuk mengurangi berat motor di bagian depan.
Wilco Zeelenberg, manajer tim Lorenzo, juga mengatakan bahwa Lorenzo masih mengalami kesulitan memahami karakteristik ban basah Michelin, terutama bagian depan.
"Itu telah menjadi masalah ketika balapan di Assen, dan terus menjadi masalah di sini. Ban depan Bridgestone gampang aus, sehinga dulu ia lebih mampu merasakannya dan bisa menemukan batasnya," kata Zeelenberg.
"Memang ada banyak pergerakan, tapi bannya tidak habis, sehingga bannya masih sangat mencengkram trek. Ia masih mencari-cari cara memahami hal ini, tapi tak begitu bagus hasilnya ketika menggunakan Michelin."
"Ini sangat sukar dijelaskan, bahkan untuk Lorenzo sekalipun."
(vws)