Di AG Incheon tahun lalu, Indonesia selesai di peringkat ke-17 dengan perolehan 4 medali emas, 5 medali perak, dan 11 medali perunggu. Sayang, cabor balap sepeda adalah salah satu cabor yang tak menyumbang medali sama sekali untuk Indonesia.
"Asian Games ini saya inginnya terlibat langsung di balap sepeda. Kenapa? Karena saya ingin fokus dapat medali."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia dipastikan tak menambah perolehan medali di Olimpiade 2016 setelah kegagalan pebalap sepeda Indonesia, Toni Syarifudin, mempersembahkan medali di cabang olahraga sepeda BMX. Langkah Toni terhenti di perempat final karena ia mengalami cedera setelah terjatuh saat berlomba.
Di Olimpiade Tokyo 2020, Okto pun menargetkan agar cabor balap sepeda dapat mengirimkan lebih dari satu atlet.
"Kita tahu kemarin banyak cabor yang tidak berhasil, tapi ada kesempatan empat tahun lagi dan mudah-mudahan bisa maksimal. Kalau ISSI, dua tahun dari sekarang kami akan melakukan pembinaan dan dua tahun berikutnya mengumpulkan poin. Insya Allah dengan begitu kami dapat mengirimkan lebih dari satu atlet."
"Olimpiade bukan hanya merebut medali, tapi partisipasi juga penting. Tanpa partisipasi, tak mungkin dapat medali," ucap Okto. (bac)