Pereira mengungkapkan Ronaldo merupakan hadiah tebusan piutang Lisbon yang paling berharga dari klub lain. Kehadirannya berawal dari persoalan keuangan klub Portugal lainnya, Nacional.
"Nacional merekrut pemain bernama Franco dan memiliki utang 25 ribu euro kepada Lisbon sehingga mereka memutuskan menebusnya dengan sejumlah pemain," terang Pereira kepada Goal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat Ronaldo datang ke Lisbon, usianya baru 12 tahun. Sangat sulit baginya untuk beradaptasi. Ia pun kerap menangis," ucap Pereira.
"Ia harus meninggalkan desanya, keluarganya kota besar yang jauh dari kampung halaman. Dengan atmosfer yang sulit dan fasilitas tak sebaik sekarang, bayangkan betapa kerasnya dulu."
Meski demikian, Pereira salut dengan ketegaran dan kesabaran yang dimiliki Ronaldo melewati awal yang sulit di Lisbon.
"Jika ia tidak terlalu kuat dan berusaha keras meyakinkan diri bahwa sepak bola adalah impiannya, Ronaldo pasti sudah berhenti," tutur Pereira.
Kendati pribadi yang tertutup dan malu-malu saat itu, Pereira yakin dengan talenta luar biasa Ronaldo.
"Cristiano (Ronaldo) sangat bertalenta pada usia 11 tahun. Ia memiliki kontrol bola yang fantastis, mentalnya luar biasa, dan punya pemampuan hebat serta keinginan kuat."
"Ia tiba pada usia 12 dan lolos seleksi. Ketika usianya 16 tahun, ia sukses masuk dalam tim utama," beber Pereira. (bac)