Dalam ajang olimpiade untuk para atlet difabel seluruh dunia tersebut, Indonesia membawa pulang satu medali. Satu-satunya medali itu didapat atlet angkat beban, Ni Nengah Widiasih. Deputi IV Bidang peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto menyatakan pihaknya akan memberi bonus sebesar Rp 1 miliar kepada Ni Nengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, Ni Nengah pun nantinya akan diberikan tunjangan hari tua yang besarnya sama dengan peraih medali perunggu atlet Olimpiade. Ia akan mendapatkan tunjangan sebesar Rp 10 juta per bulan jika yang bersangkutan sudah tidak lagi berlaga di ajang apapun.
Selain disambut Menpora, Presiden RI Joko Widodo pun dijadwalkan akan menerima secara resmi Tim Paralimpiade Indonesia besok (22/9) pagi pukul 09.00 di Istana Negara, Jakarta.
Penerimaan dan sikap apresiasi Presiden Joko Widodo tersebut, ujar Gatot, adalah sebagai bentuk penghargaan Pemerintah RI terhadap Tim Paralimpiade Indonesia yang telah berjuang dan bertanding semaksimal mungkin dalam Pesta Olahraga Paralimpiade 2016.
Dalam Paralimpiade tahun ini, Indonesia mengirimkan sembilan atlet. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan gelaran sebelumnya di London empat tahun lalu. Kala itu Indonesia hanya mengirimkan 4 atlet, dan berhasil membawa pulang 1 medali perunggu atas nama Dian David Jakob dari cabang tenis meja.
(kid/bac)