Pria yang kini berusia 34 tahun itu sudah merasakan cincin juara tiga kali, masuk tim NBA All Star 12 kali, dan banyak prestasi lainnya.
Kini, Wade yang pertama kali merasakan juara NBA pada 2006 silam mengaku bahagia impian terbesarnya di masa bocah terwujud. Mulai musim kompetisi mendatang, Wade akan berseragam Chicago Bulls. Sebelumnya, sejak awal karier profesional Wade betah berseragam Miami Heat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan, ketika Bulls untuk kali pertama menjadi juara NBA pada 1991 silam, Wade menyatakan dirinya bermimpi membela klub yang membesarkan nama Michael Jordan tersebut.
"Saat usia 9 tahun, di situlah visi saya dimulai. Bukan hanya bermain di NBA, tetapi juga bermain untuk Bulls."
Namun, nasib berkata lain. Ketika masuk NBA Draft pada 2003, Wade dipilih Heat. Ia pun bermain di sana kurun waktu tahun tersebut hingga musim lalu.
Selain prestasi tim yang disebutkan pada awal tulisan ini, Wade pun memiliki segudang prestasi individu. Di antaranya adalah pemain terbaik final NBA 2006, pemain terbaik pertandingan All Star 2010, dan pencetak skor terbanyak untuk Miami hingga saat ini.
Lantas setelah bermimpi pada usia 9 tahun, dan baru mewujudkannya pada usia 34, bagaimanakan perasaan Wade?
"Ini bukan jersey [1991]. Namun ini terbuat dari materi yang sama, jadi ini rasanya tetap sama," kata Wade seraya tersenyum saat jumpa pers untuk Bulls pada awal pekan ini.
Dia mengatakan rasanya memang ganjil setelah lebih dar sedekade berada di Miami. Lain halnya Miami, Chicago memiliki karakter lingkungan yang berbeda.
"Saya merasa seperti anak baru di kelas. Saya harus mencari satu teman bicara sebelum mendapatkan teman-teman lainnya," ujar Wade. "Seperti yang sudah saya katakan, "'Saya senang berada di sini. Pada saat ini dalam karier saya, inilah tempat di mana saya ingin berada."
(har)