"Dana penyelenggaraan PON akan berasal dari pemerintah daerah, swasta, dan yang lainnya. Kami yakin bisa mendapatkan dana itu dalam empat tahun dari sekarang," kata Lukas usai konferensi pers di The Trans Luxury Hotel, Rabu (28/9) sore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati begitu, Lukas mengaku infrastruktur penerbangan udara di Papua sudah siap, pesawat-pesawat besar pun sudah beroperasi di Papua. Demikian halnya dengan akomodasi.
PON Papua 2020 rencananya akan dilaksanakan di lima kabupaten yaitu Jayapura, Timika, Wamena, Biak, dan Merauke. Jayapura akan menjadi tenmpat pembukaan dan penutupan.
"Ke Timika nanti bisa pakai pesawat berbadan kecil, sisanya pesawat berbadan besar. Kemungkinan jumlah cabor terbanyak yang bertanding akan ada di Jayapura dan Timika," ucap Lukas.
Lukas pun menerangkan Papua hari ini sudah jauh lebih maju dan berharap pelaksaan PON di Papua nanti bisa sukses. Maka dari itulah ia sudah mulai mempersiapkan segala sesuatunya dari sekarang.
"Olahraga akan persatukan Papua, Indonesia, dan seterusnya. Tidak akan ada unsur politis, itulah harapan kami. Olahraga akan menjadi bagian terpenting, itulah sebabnya kami dipercayakan menjadi tuan rumah."
"Mungkin kami tak seperti PON Riau dan Jabar, tapi kami yakin bisa menyelenggarakan PON untuk menjalin kesatuan dan persatuan nasional kita. Itulah sebabnya kami bersyukur bisa jadi tuan rumah di 2020, kami siap. Saya yakin para atlet kami bisa lebih baik di masa mendatang, inilah harapan kami semua, bangsa ini, dan Indonesia," kata Lukas. (ptr)