Dengan kemampuan mengolah bola dan kemampuan teknik jadi fokus pembianaan akademi Barcelona, Pique tak terbiasa dengan tuntutan van Gaal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ia mendorong saya. Ia menjatuhkan saya ke lantai, dan mengatakan 'Anda tak cukup kuat untuk menjadi pemain Barcelona'."
Setelah episode dengan van Gaal tersebut, Pique kemudian memilih pindah ke Manchester United. Karena tak kunjung mendapat tempat, ia kemudian kembali ke Barcelona dan jadi bagian penting dalam periode keemasan klub. Bersama Lionel Messi, Sergio Busquets, Xavi Hernandez, dan Andres Iniesta, mereka jadi generasi pertama pemain yang sukes merebut trigelar dalam satu musim.
Pique juga jadi bagian penting tim nasional Spanyol yang merebut Piala Dunia 2014 dan Piala Eropa 2008 dan 2012. Di usia yang masih 29 tahun, Pique telah memikirkan masa-masa saat ia gantung sepatu nanti. Ia enggan jadi pelatih, tapi tertarik untuk membidik posisi presiden Barcelona.
"Sebagai presiden, saya yakin benar-benar bisa berbuat yang terbaik untuk klub ini. Ini adalah gairah saya. Hari-hari bermain saya akan segera berakhir dan satu langkah selanjutnya yang ingin saya ambil adalah menjadi presiden klub." (ptr)