"Saya tahunya sudah ada. Tapi, kepastian kapan waktunya, tanggal, dan bulan yang belum tahu. Kami percaya liga pasti ada, masih ada orang-orang yang peduli sama basket Indonesia jadi tidak mungkin tidak ada liga," kata Youbel optimistis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rogun yang pernah membawa Satria Muda meraih tujuh gelar juara IBL itu menambahkan, kepastian liga menjadi urusan manajemen. Sebagai pemain, ia punya kewajiban untuk berlatih sesuai dengan program pelatih.
"Kalau liga tidak berjalan maka intelektual bermain kita juga menurun. Kami kan berlatih untuk pertandingan. Kalau tidak ada pertandingan bosan juga, untuk apa kita latihan capek-capek selama ini kalau tidak ada tempat ujiannya," jelas Rogun.
"Buat kami yang senior mungkin tidak masalah. Tapi ada pemain muda yang baru masuk di mana mereka punya semangat tinggi mau menunjukkan kemampuannya. Kalau tidak ada sarananya, kasihan juga," ujar pebasket 36 tahun silam tersebut usai latihan.
Buat Rogun yang menjadi MVP (Most Valuable Player) di tiga musim IBL berturut sejak 2005, tahun ini disebut musim terburuk bagi basket Tanah Air. Ia mengaku tak pernah menunggu kepastian liga selama ini.
"Sebelumnya tidak pernah begini, mungkin ini terparah. Mungkin karena promotornya baru pertama dan mereka masih belajar. Semoga ada sponsor yang mau masuk buat membantu liga ini supaya bisa berjalan. Semoga Januari 2017 sudah bergulir karena kalau tidak kasihan pemain-pemain muda ini," tutu Rogun. (jun)