Hal itu ternyata berdampak positif baginya. Marquez dapat melejit dan merebut pole position MotoGP Australia. Dia menjadi yang terbaik dengan catatan waktu satu meni dan 30,189 detik.
"Ramalan cuaca mengatakan akan ada hujan deras dalam 10 menit," kata Marquez seperti dikutip dari Crash.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang berhasil mengunci titel juara dunia 2016 di seri sebelumnya, MotoGP Jepang, itu pun terpaut selisih waktu kurang dari sedetik dengan Cal Crutchlow dari tim LCR yang juga menggunakan mesin Honda.
Belakangan, usai kualifikasi, Crutchlow mengaku menyesal tak mengikuti instingnya mengganti ban jadi tipe kering di depan. Dia menggunakan kommbinasi ban intermediate untuk roda depan, dan ban kering untuk roda belakang.
"Saya sedikit khawatir karena saya berpikir akan ada orang lain yang juga kembali ke pit, mengganti ban [kering] baru dan mencatatkan putaran waktu lebih baik," kata Marquez.
Hujan kemudian memang datang. Namun barisan air dari langit itu turun ke daratan setelah sesi kualifikasi 2 berakhir.
Bagi Marquez dirinya berharap pada sesi balap, Minggu (23/10), cuaca akan cerah. Diakui dirinya, seri grand prix di Australia pada akhir pekan ini cukup menyulitkan dan memusingkan.
"Anda perlu cepat, tetapi juga harus punya sebuah strategi pintar. Sejauh ini kami keluar dengan waktu yang tepat, dengan ban yang tepat," kata Marquez.
Perubahan cuaca yang begitu cepat di Philip Island, kata Marquez, harus dipahami setiap tim MotoGP dan juga pebalap untuk mendapatkan hasil maksimal akhir pekan ini. Dan, tentunya Marquez sedang menikmati pole position ke-65 baginya. Itu pun menjadi rekor baru MotoGP. (kid)