Menurut Bima yang masih bermain di Persiba--sekaligus merangkap sebagai asisten pelatih, Abdul memiliki masa depan yang cerah di timnas Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah kesempatan untuk dia menunjukkan bahwa ada anak Balikpapan yang bisa tembus timnas setelah saya. Setelah saya, entah kenapa tidak ada lagi pemain yang murni berasal dari Kalimantan Timur masuk timnas," kata Bima yang kini berusia 40 tahun tersebut.
Abdul Rachman, Bek Persiba Balikpapan yang berhasil menembus skuat Timnas Indonesia. (CNN Indonesia/Jun Mahares) |
Di lapangan hijau, Abdul memiliki posisi sebagai bek kiri. Kiprahnya bersama seragam sang Garuda saat melakoni laga uji coba melawan Malaysia pada September lalu. Kiprahnya sebagai spesialis bek kiri lalu dilanjutkan saat timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl melakoni uji coba melawan Vietnam.
Di timnas, Abdul akan bersaing dengan Abduh Lestaluhu yang juga merupakan pemain belakang. Bima yakin keduanya merupakan pemain bagus.
"Mereka punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tentu siapa yang bermain adalah tergantung dari kebutuhan tim, tergantung siapa yang lebih siap," kata Bima.
Sama seperti Abdul Rahman, Bima pun merupakan putra lokal Balikpapan.
Bima yang pernah merasakan bermain untuk tim primavera Sampdoria itu termasuk salah satu pemain tengah paling diwaspadai untuk level Asia Tenggara saat masih aktif membela timnas Indonesia.
Selain kiprahnya di lini tengah, Bima yang memulai debut sepak profesional bersama PKT Bontang, dikenal karena tembakannya dari luar daerah penalti. (kid)
Abdul Rachman, Bek Persiba Balikpapan yang berhasil menembus skuat Timnas Indonesia. (CNN Indonesia/Jun Mahares)