Hal itu terjadi karena kebingungan para pebalap sepanjang musim ini. Sebelum Michelin menyuplai seluruh ban untuk MotoGP, penyuplai adalah Bridgestone.
Namun, berbeda dengan Michelin, Bridgestone hanya menyuplai dua tipe ban yakni kering dan basah. Sementara Michelin menyediakan suplai tiga karakter yakni basah, kering, dan intermediate yang berada di antara keduanya. Ban intermediate tadinya diplot Michelin untuk situasi setengah basah dan kering.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diskusi sendiri tengah berjalan antara perwakilan Michelin, pabrikan motor, dan pebalap mengenai alokasi ban untuk 2017 mendatang.
Rossi pun melontarkan pendapat kerasnya.
"Jadi saya kira kami bisa melakukan [balap] tanpa [ban] intermediate. Bagaimana pun, ini bukanlah sebuah perbedaan besar," kata Rossi.
Hal sebaliknya dilontarkan pebalap Ducati, Andrea Dovizioso. Pebalap yang memenangi GP Malaysia 2016 itu merasa ban intermediate aman untuk keselamatan. Sementara itu rekan satu tim Rossi yang mulai musim depan hijrah ke Ducati, Jorge Lorenzo mengatakan intermediate masih berguna saat latihan dan kualifkasi.
"Di Phillip Island, contohnya saat kualifikasi, saya menggunakan keduanya: intermediate dan kering. Dan saya merasa cukup baik dengan intermediate," ujar Lorenzo. (bac)