"Kejadian seperti kemarin adalah contoh bahwa melaksanakan kompetisi itu tidak mudah, ISC itu kompetisi main-main," kata Tonny saat dihubungi CNNIndonesia.com , Senin (7/10) siang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, calon ketua umum PSSI periode 2016-2020 tersebut mengatakan letak kelemahan peristiwa kemarin itu ada di sistem keamanan. Tonny menilai kejadian tersebut dapat diantisipasi, mengingat semua orang sudah tahu pertandingan Persija melawan Persib selalu berpotensi menimbulkan konflik.
"Dan kami juga memiliki langkah-langkah konkret sesuai regulasi, seperti insiden kemarin harus dihukum. Tetapi karena ISC tidak terdaftar jadi sulit karena kami tidak memiliki tanggung jawab sama sekali," ucapnya.
Tonny berpendapat suporter harus dilekatkan dalam sebuah asosiasi suporter dalam ranah federasi sepak bola untuk memudahkan komunikasi.
"Mereka adalah elemen yang melekat dalam persepakbolaan dan memiliki fanatisme yang tinggi, namun kurang edukasi. Suporter Indonesia cukup besar, potensial, dan harus diedukasi," ujar Tonny. (ptr)