"Kami sudah tidak punya kiper lagi. Kiper kedua kami sedang terganggu kondisinya. Dan kami sudah melaporkan kondisi tersebut ke GTS (Gelora Trisula Semesta)," kata Daconi ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (15/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dihubungi secara terpisah, manajer klub Semen Padang Suranto mengatakan hingga saat ini, pihaknya pun belum menerima surat resmi dari PSSI terkait pemanggilan kembali Jandia untuk bergabung dengan timnas.
Sebelumnya pelatih Semen Padang, Nilmaizar kesal atas ucapan pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl yang menyebut dirinya tidak memberikan izin kepada Jandia untuk bergabung dengan Timnas Piala AFF 2016. Menurut Nilmaizar, boleh tidaknya pemain memenuhi panggilan timnas bergantung pada keputusan manajemen klub.
Sejauh ini, slot kiper timnas dihuni tiga nama. Mereka adalah Andritany Ardhiyasa (Persija), Kurnie Meiga (Arema Cronus), dan Dian Agus Prasetyo (Pusamania Borneo FC). Namun, Dian sampai dengan saat ini diragukan dapat tampil di Piala AFF 2016 karena belum pulih dari cedera hamstring.
Belakangan, diungkap dokter timnas Indonesia, Syarif Alwi, Dian Agus masih harus beristirahat satu hingga dua pekan lagi.
Syarif mengatakan sudah memberitahukan hasil tes tersebut kepada pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, Selasa (15/5). Namun Riedl masih belum memutuskan kepastian Dian tetap berangkat ke Piala AFF 2016, atau diganti dengan kiper yang lainnya.
Sebelumnya, usai latihan pagi timnas di Karawaci, Tangerang, Selasa (15/11) pagi, Riedl menyebut Nilmaizar menghalangi Jandia untuk memperkuat skuat Garuda di Piala AFF 2016.
Riedl meminta Nilmaizar mematuhi kesepakatan antara PSSI dan PT Gelora Trisula Semesta (GTS) yang hanya mengizinkan klub melepas dua pemainnya ke timnas. Bahkan, Riedl meminta GTS untuk tidak diperkenankan tampil di ISC sebagai sanksi dari regulasi yang telah disepakati tersebut.
"Kami berusaha membangun tim yang kuat dengan regulasi dua pemain. Ini satu pemain saja tidak diberikan dan membuat kita rumit," tukas Riedl. (kid)