Singapura yang membutuhkan kemenangan untuk lolos ke babak selanjutnya, sempat unggul lebih dahulu lewat gol Khairul Amri di babak pertama. Akan tetapi, gol Andik Vermansah dan Stefano Lilipaly di babak kedua membuyarkan keunggulan juara Piala AFF empat kali itu.
Kekalahan dari Indonesia juga membuat Singapura mengalami raihan terburuk sepanjang keikutsertaan mereka di Piala AFF, yaitu dua kali kalah dan satu kali imbang. Ini adalah pertama kali dalam sejarah Piala AFF Singapura tak pernah menang di fase grup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia memasukkan dua penyerang setelah gelandang mereka ditarik keluar dan kami masih bisa bertahan dengan dua bek tengah. Kami bisa menahan mereka dengan baik hingga umpan silang dan gol itu terjadi."
Di laga kedua melawan juara bertahan Thailand, Singapura bisa menahan gempuran Gajah Perang sebelum akhirnya Sarawut Masuk mencetak gol Thailand di menit ke-89.
Sundramoorthy yang membanggakan kekuatan lini pertahanannya, mengatakan bahwa kekalahan ini juga disebabkan oleh ketidakmampuan Singapura memanfaatkan peluang.
"Hasil ini sukar diterima oleh kami, karena kami tahu kami bisa bertahan sebagai unit, dan kami bisa mempertahankan keunggulan," katanya.
"Tapi kemudian, mereka mendapatkan dua umpan silang dan kami lengah dalam berjaga di kotak penalti, dan kami kebobolan. Meski demikian, kami punya banyak peluang mencetak gol, tapi tidak memanfaatkannya."
(vws)