Itu jika Vietnam mengalahkan timnas Indonesia 2-1 pada laga kedua yang dihelat di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (7/12) malam. Skor tersebut sama seperti kemenangan Garuda pada leg pertama di Stadion Pakansari Cibinong, Sabtu (3/12).
Mau tak mau, Indonesia tentu harus menyiapkan lima algojo penalti yang akan menentukan peluang Indonesia lolos ke babak final.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu tak semua pemain memiliki karakter tersebut.
Di posisi pertama tentu ada nama sang kapten, Boaz Solossa, sebagai eksekutor. Pemain Persipura Jayapura itu memiliki keberanian di depan gawang, serta tendangan keras dan akurat. Riedl pun menobatkannya sebagai algojo penalti.
Setelah Boaz, ada Stefano Lilipaly yang juga terbilang layak. Sama seperti Boaz, Lilipaly termasuk memiliki kriteria komplet dalam urusan mengeksekusi bola-bola mati.
Lihat juga:Riedl Pastikan Boaz Main di Leg Kedua |
Setelah Andik, satu lagi winger timnas Rizky Rizaldi Pora yang punya kemampuan tendangan penalti cukup mumpuni. Rizky Pora juga dinilai memiliki emosi stabil menghadapi tekanan tinggi dalam skenario tendangan penalti di markas lawan.
Terakhir, gelandang Bayu Pradana dinilai pula memiliki mentalitas yang cukup teruji. Di Mitra Kukar, Bayu mendapat tanggung jawab besar sebagai kapten.
Bayu juga tercatat sebagai eksekutor kedua tendangan penalti di Mitra Kukar setelah striker asing mereka Da Cunha. Peran ini tentu bukan hal asing lagi bagi Bayu meski bebannya tentu jauh lebih berat di timnas Indonesia. (jun)