Ludo Pieters merupakan salah seorang pesilat senior di Belgia. Di negara kerajaan tersebut, Pieters memiliki semangat mempromosikan pencak silat. Tak heran kemudian ia diserahi jabatan sebagai Ketua Kontingen Belgia untuk Kejuaraan Dunia Pencak Silat yang berlangsung di Denpasar, Bali, 4-9 Desember 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anggota kami sedikit tapi mereka merupakan pesilat yang baik," sambung pemimpin Perguruan Harimau Bongkot di Belgia tersebut.
Tapi, lanjut Pieters, dirinya melihat pemerintah Belgia saat ini mulai berupaya mendorong budaya olahraga di kalangan pemuda Belgia.
Ludo Pieters berpose bersama dua putrinya Jessy dan Wendy di sela Kejuaran Dunia Pencak Silat. (CNN Indones/M. Arby Rahmat) |
Pieters mengaku dirinya mulai cinta pada silat tak lepas dari ayahnya. Sebelum belajar silat, Pieters yang kini telah berusia 58 tahun telah menjajal judo, jujitsu, dan kung fu.
"Dan bagi saya itu merupakan olahraga beladiri yang paling komplet dan mengesankan. Pukulan, tendangan, dan gerakan-gerakan lainnya semua jadi satu. Dan yang paling penting dalam pengalaman saya adalah rasa kekeluargaan dalam pencak silat," tukas dia.
Dari ayah, turun ke Pieters. Dan, dari Pieter, turun pula kepada anak-anaknya. Demikianlah rasa cinta pada pencak silat yang turun temurun pada keluarga Pieters.
Dua putri Pieters yakni Wendy (34) dan Jessy (29) pun ikut bertanding dalam kejuaraan pencak silat yang digelar di Bali pekan ini.
Wendy belajar silat dari usia 6 tahun, sementara Jessy dari usia 5 tahun. Bagi Jessy saat mempelajari pencak silat, dia pun belajar banyak hal.
"Jadi begitu banyak pengalaman yang berbeda yang bisa Anda pelajari di pencak silat. Banyak keluarga perguruan, jadi senang rasanya bisa bertemu banyak orang," ujar Jessy.
Sementara itu Wendy sudah mengikuti jejak Pieters yakni mewariskan minat pencak silat pada putranya. Hal itu diungkapkan Jessy, "Jadi anak laki-laki dari saudara perempuan saya sudah mulai diperkenalkan dengan pencak silat dan mungkin akan mulai ikut kompetisi di waktu mendatang."
Tak ingin kalah, Jessy pun berharap putrinya yang kini berusia dua tahun pun berminat pula pada pencak silat.
"Ya, kami suka sekali pencak silat dan mungkin kami akan membuat lebih banyak lagi generasi pencak silat di Belgia hingga anak kami memiliki anak. Kami berharap pencak silat di Belgia dapat terus berkelanjutan," kata Jessy menambahkan. (kid)
Ludo Pieters berpose bersama dua putrinya Jessy dan Wendy di sela Kejuaran Dunia Pencak Silat. (CNN Indones/M. Arby Rahmat)