Sempat tertinggal lebih dulu dari Thailand melalui gol Teerasil Dangda di menit ke-35, Indonesia mencoba bangkit di babak kedua. Peluh dan semangat pantang menyerah itu pun membuahkan hasil manis.
Tim arahan Alfred Riedl mampu membalikkan keadaan di babak kedua lewat gol cantik Rizky Pora dan sundulan bek tengah Garuda Hansamu Yama Pranata pada menit ke-70.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pertengahan babak kedua, sejumlah para pemain timnas Thailand memang kerap diganggu tembakan laser hijau ke muka mereka dari arah tribune penonton.
Riedl pun menyaksikan hal tersebut dan kejadian itu seolah mengingatkannya saat final Piala AFF 2010 di Malaysia. Kala itu kiper timnas Indonesia Markus Harison komplain karena tembakan laser hijauh yang mengenai mukanya.
Kala itu Indonesia kalah 0-3 dari tuan rumah Malaysia dan insiden penembakan sinar laser oleh oknum suporter di Stadion Bukit Jalil mencuat.
Menyoal kans timnas Indonesia di leg kedua, Riedl optimistis skuatnya mampu menjegal langkah Thailand di leg kedua. Setidaknya, menurutnya, kemenangan atas Thailand ini mampu memberikan rasa peraya diri atas skuatnya.
"Kami masih hidup, masih ada pertandingan besok. Di sepak bola apapun dapat terjadi. Kartu merah, penalti. Tentu saja kami punya peluang, meski Thailand masih merupakan tim terbaik di Asia Tenggara," kata Riedl.
Riedl mengakui pada babak pertama timnya bermain kurang maksimal. Kritikan tersebut disampaikan kepada para pemain, dan pasukannya berhasil membuktikan diri untuk mengubah kedudukan.
Pelatih asal Austria ini terpaksa menarik keluar Andik Vermansah yang mengalami cedera lutut dan menggantinya dengan Zulham Zamrun.
Saat dikonfirmasi perihal kondisi Andik, Riedl mengatakan pihaknya masih harus menunggu hasil pemeriksaan terhadap sang pemain. (bac)