“Saya belum tahu soal itu (perpanjangan kontrak) karena hingga sejauh ini belum membicarakannya dengan PSSI. Jadi saya tidak tahu apa yang harus dikatakan saat ini,” kata Riedl ketika ditanya masa depannya bersama timnas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya juga tidak tahu rencana federasi, tapi itu akan sangat menarik untuk membuat timnas yang kuat dengan segala kemungkinan. Tidak seperti tahun ini yang penuh dengan kesulitan dan mungkin kita bisa menantang Thailand (di masa depan),” ujarnya.
Pelatih asal Austria tersebut pun akhirnya menerima tawaran melatih skuat Garuda pada Juni 2016 saat Indonesia baru saja lepas dari sanksi FIFA.
Riedl pun terpaksa membangun tim dalam kondisi terbatas. Ya, ia harus jeli memilih dua pemain dari satu klub. Belum lagi mendapat penolakan dari klub macam Persipura Jayapura dan Semen Padang.
Timnas pun melangkah ke putaran final dengan status nonunggulan. Sempat terseok-seok sejak fase grup, namun Boaz Solossa dkk justru melenggang ke final.
Sayang, langkah heroik mereka terhenti oleh Thailand. Sempat unggul 2-1 di laga final pertama, Indonesia berbalik takluk 0-2 di laga kedua. (ptr)