Sepuluh cabor itu yakni sepak bola, tinju, taekwondo, pencak silat, basket, bulutangkis, panahan, atletik, angkat besi dan voli indoor. Hal itu sesuai dengan arahan dari Dewan Olimpiade Asia (OCA).
"Sesuai dengan persetujuan dari OCA, test event hanya akan digelar di Jakarta, yakni di GBK yang sekarang masih dalam tahap renovasi," kata Bambang Rus Efendy sebagai Komisi Sport For All Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Kamis (29/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Bambang menjelaskan, dimungkinkan jika ada beberapa cabor yang akan diikuti lebih dari 10 negara. Hal itu ditentukan jika negara yang ambil bagian pada test event berasal dari negara-negara yang lokasinya dekat dengan Indonesia saja.
“PU-PR janji untuk venue di GBK akan selesai September 2017. Jadi, pada November bisa digunakan untuk test event,” ucap Bambang.
Kendati hanya 10 cabang yang akan digelar di test event nanti, cabang-cabang lain juga bisa menggelar dalam bentuk cabor tunggal antara medio Februari-Maret 2017.
Pembatasan jumlah cabor di test event itu juga lantaran adanya kesulitan anggaran dari Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC). Dari anggaran awal sebesar Rp500 miliar, kini untuk test event hanya dibudget sebesar Rp200 sampai Rp300 miliar.
Sebelumnya, Presiden INASGOC Erick Thohir mengakui, gelaran test event Asian Games menyedot dana terbanyak dari total keseluruhan anggaran INASGOC di tahun 2017. (bac)