Gelar tersebut dirasa spesial oleh Pahabol. Sebab, trofi mampu diraih tanpa kehadiran sang kapten, Boaz Solossa di pekan-pekan terakhir ISC lantaran harus memperkuat timnas Indonesia di Piala AFF pada November-Desember 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika Kaka Boaz dipanggil timnas, awalnya kami sempat kesulitan meraih kemenangan. Jujur, kami merasa sangat kehilangan sosok pemimpin dan pemain yang selalu berikan perbedaan di lapangan," kata Pahabol kepada CNNIndonesia.com, Kamis (5/1).
Kendati demikian, Pahabol berharap para personel Persipura tidak cepat puas dengan gelar ISC. Sebab, kompetisi resmi telah menanti dan rencananya akan digulirkan mulai Maret 2017.
Ia berharap Persipura bisa tampil lebih baik lagi di liga sesungguhnya dan sepak bola Indonesia bisa berjalan rutin tanpa harus ada konflik di kalangan pengurus PSSI dan Kemenpora yang berdampak pada sanksi pengucilan dari FIFA.
Mantan pemain Persiwa Wamena dan Persidafon Dafonsoro itu juga berharap kredibilitas wasit ditingkatkan untuk menjaga kualitas pertandingan.
"Saya harap liga baru nantinya berjalan sesuai statuta dan tidak ada sanksi lagi karena itu sangat mengganggu konsentrasi pemain," ujar pemain berusia 24 tahun itu. (ptr)