Bagi Mihajlovic fenomena tersebut merupakan sebuah kewajaran yang tak bisa diartikan negatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di China, setiap orang bisa mendapatkan 5-6 kali lipat dibandingkan yang didapat dalam sebuah musim normal (di Eropa). Terlebih, China tak seperti Qatar atau Amerika Serikat yang hanya ingin merekrut pemain yang sudah sulit bersaing di Eropa," tutur Mihajlovic seperti dikutip dari ESPNFC.
"Saya mendapatkan tawaran jadi pelatih di China, namun saya kemudian menolaknya karena saya tak suka meninggalkan pekerjaan di tengah jalan."
"Jujur, saya tak bisa tidur dalam beberapa hari karena memikirkan besarnya pendapatan yang bisa saya terima. Dalam kehidupan, setiap orang membuat pilihan dan itulah keputusan yang saya buat," kata Mihajlovic. (bac)