Pada pengenalan tim Aspac awal pekan ini, pria naturalisasi yang lahir di New Jersey, Amerika Serikat (AS), itu menceritakan karier basketnya hingga bergabung dengan tim yang berbasis di Jakarta tersebut.
"Saya mengenal Aspac sudah sekitar empat tahun, dan sekarang saya dalam proses naturalisasi," ujar Anthony kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anthony sebetulnya direncanakana memperkuat Aspac tahun lalu. Namun dia tak bisa bermain karena proses naturalisasi kala itu belum rampung.
Tahun ini, ketika dua pemain asing diperbolehkan ikut bermain untuk masing-masing tim, Anthony belum dinilai sebagai pemain naturalisasi. Pria 26 tahun itu tetap dihitung sebagai pemain asing. Hal itu berarti pada IBL mendatang, Aspac diperkuat dua pemain yang berstatus asing yakni Anthony dan Piere Handerson.
"Saya suka tim saya, saya suka berbicara dengan mereka. Mereka seperti saudara," kata Anthony saat ditanya adaptasinya bersama Aspac.
"Saya ke tim tidak seperti pemain baru, mereka berbicara dengan saya seolah sudah lama kenal."
Bukan hanya dalam keseharian, dalam hal permainan pun Anthony menyatakan dirinya sudah bercampur dan tak sulit beradaptasi dengan tim. Lantas apa harapan Anthony bersama Aspac untuk musim IBL 2017.
"Tahun lalu saya seharusnya bermain di IBL. Tapi secara administasi [naturalisasi] saya belum selesai harusnya selesai Januari. Tapi tidak bisa tepat waktu. Sekarang saya hanya ingin memainkan yang terbaik. Ikuti instruksi pelatih, cari cara untuk cetak poin, dan bantu tim dalam bertahan," tutur Anthony.