Fakhri sangat ingin menyampaikan keinginannya tersebut ketika akan bertemu dengan PSSI pada Jumat (3/2). Ia ingin memberitahukan hal-hal terkait program dan penentuan staf-staf pelatih.
"Idealnya saya tidak mau timnas yang ecek-ecek, saya tidak melihat mereka berdasarkan suku dan agama. Buat saya, siapa saja pemain-pemain muda yang punya kemampuan sepak bola dan masuk standar saya, mereka layak untuk mengenakan baju Garuda. Tapi tentu ada keterbatasan kuota dan seleksi lagi," kata Fakhri kepada CNNIndonesia.com, Senin (30/1) sore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun blusukan Fakhri berbeda dari Indra. Ia mengatakan tidak akan blusukan sampai masuk ke kampung-kampung.
"Contoh yang paling gampang, saya akan pantau pemain di Jakarta karena kompetisi anak-anak usia dini ada banyak di Jakarta. Kedua, saya juga akan koordinasi dengan penyelenggara Liga Pelajar dan Santri untuk direkomendasikan pemain yang berbakat dan pasti mereka punya (pemain berbakat). Saya akan gunakan sumber-sumber itu semaksimal mungkin," ucapnya melanjutkan.
Fakhri juga mengatakan calon pemainnya harus memiliki teknik dasar sepak bola yang bagus.
Dari segi taktik, akan dilihat kemampuan mereka memahami strategi permainan ketika bertahan, menyerang, dan transisi. "Sementara dari segi mental akan dilihat fairplay, respek, kerja sama tim, disiplin, dan antusiasme. Itu semua jadi catatan saya," ujarnya. (bac)