NSH seringkali jadi bulan-bulanan tim-tim besar pada kompetisi-kompetisi sebelumnya. Tetapi berbekal dua tambahan pemain asing, NSH mampu menaklukkan Aspac dengan skor 79-67. Skor yang mungkin tak bisa dibayangkan pecinta basket Indonesia sebelumnya.
Lihat juga:Dukungan Pemain Asing Pacific Caesar |
"Dengan adanya pemain asing, kekuatan di musim ini memang jadi sulit ditebak. Tim-tim di dalamnya bisa saling mengalahkan, tak seperti musim sebelumnya yang lebih mudah diprediksi," ujar Direktur Utama Indonesian Basketball League (IBL) Hasan Gozali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Satria Muda Tundukan CLS Knights Surabaya |
"Memang ada pertimbangan tentang keterbatasan SDM atlet basket generasi muda, namun fokus utama kami adalah peningkatan kualitas. Dengan kekuatan yang merata, saya harap pertandingan bisa lebih menarik untuk ditonton, bukan hanya laga-laga tertentu saja."
Perihal invasi pemain asing, IBL Indonesia benar-benar mengaturnya secara penuh. IBL Indonesia juga memberikan subsidi untuk kontrak pemain sebesar total Rp400 juta.
"Kami berhubungan dengan agen yang menyediakan pemain. Lalu dengan sistem undian, tiap klub memilih pemain asing yang sesuai dengan kebutuhan mereka," kata Manajer Pemasaran IBL Cahyadi.
"Kami sudah melakukan banyak perubahan. Selain pemain asing, kami juga membatasi waktu pertandingan hanya di akhir pekan saja. Dengan begitu animo penonton akan meningkat bila dibandingkan dengan turnamen yang digelar sepanjang pekan."
"Kami juga sudah bekerja sama untuk tayangan langsung dan layanan streaming untuk tiap laga IBL. Di tahun 2019, kami juga berencana untuk melakukan sistem draft terhadap para pemain yang berlaga di Liga Mahasiswa," tutur Cahyadi.