Hal itu diungkapkan Jokowi usai menyaksikan laga pembuka turnamen Piala Presiden 2017 antara PSS Sleman dan Persipura Jayapura yang berakhir imbang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (4/2).
"Kalau bisa di dalam kota, kalau tidak bisa di luar kota sedikit. Kami ingin PSSI yang mempunyai citra yang besar, kantornya bagus tapi kami ingin prestasinya juga bagus," kata Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena Kami anggota besar FIFA. Kantor PSSI harus mampu mengendalikan tentang pelatihan-pelatihan mulai dari klub sampai tingkat daerah," ucap Edy.
"Itu dia, saya tidak tahu. Yang jelas (kantor di GBK) itu kontrak. Jadi, PSSI tidak pernah punya kantor. Itu sekarang sedang dalam proses audit. Ada audit publik di situ," tegas Edy.
Sementara itu terkait audit yang sedang dilakukan akuntan publik rekanan PSSI, dikatakan Sekjen Ade Wellington sudah hampir selesai. Ade mengatakan audit yang dilakukan bukan hanya untuk kantor PSSI di GBK semata, tapi juga seluruh pengeluaran PSSI selama 2016 yang belum teraudit.
"Yang jelas kami sudah diberikan arahan dan petunjuk, pemerintah yang akan membangun kantor untuk PSSI," ucap Ade. (har/bac)