Kante adalah kunci sukses Leicester mencetak sejarah musim lalu dengan menjuarai liga. Peranananya di lini tengah The Foxes amat vital.
Lihat juga:Ranieri: Dongeng Kami Memang Telah Usai |
Berposisi sebagai gelandang bertahan, pemain asal Perancis itu piawai mengatur tempo permainan, mengalirkan umpan dari belakang ke depan, serta memutus serangan lawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya kuat dalam bertahan, Kante juga punya akurasi umpan yang ciamik. Ia tercatat sukses melakukan passing 81,6 persen di tiap laga ketika berseragam Leicester.
Kehadiran Kante di Stamford Bridge bisa dibilang sebagai berkah. Penampilan impresifnya berdampak terhadap keseimbangan lini tengah tim London Biru.
Penampilan apik bersama Leicester City jadi modal N'Golo Kante memperkuat timnas Perancis. (REUTERS/Lee Smith) |
Pencapaian positif The Blues berbanding terbalik dengan Leicester. Setelah sukses merengkuh trofi Liga Primer musim lalu, pasukan Si Rubah terpuruk ke posisi ke-16 klasemen atau hanya terpau dua tingkat dari batas zona degradasi.
Ditangisi Ranieri
Manajer Leicester Claudio Ranieri sempat menangisi kepergian Kante meski duo pilarnya, Jamie Vardy dan Riyad Mahrez, tetap bertahan di King Power Stadium.
"Musim lalu, kami kehilangan Esteban Cambiasso dan semua orang menangis. Kini, kami menangis karena kehilangan Kante," ucap Ranieri setelah kepergian Kante.
Duo gelandang anyar yang didatangkan Leicester, Nampalys Mendy dan Onyinye Wilfred Ndidi, masih belum mampu menggantikan peran krusial Kante sebelumnya.
Sebaliknya, Kante justru semakin melejit bersama Chelsea. Namanya bahkan mulai disejajarkan dengan gelandang legendaris The Blues, Claudio Makalele.
Kedua memiliki peran dan kualitas yang nyaris setara. Berfungsi sebagai perisai pertahanan sebelum menembus pemain bertahan di belakangnya, sekaligus memberikan rasa aman terhadap pemain depan agar lebih leluasa melancarkan serangan.
![]() Claudio Ranieri begitu kehilangan sosok N'Golo Kante musim ini. (REUTERS/Darren Staples) |
Pemain kelahiran Paris itu masuk dalam 10 besar pemain yang memiliki daya jelajah paling tinggi di Liga Primer Inggris.
Untuk urusan operan, kante pun memiliki rekor cukup impresif. Seperti dilansir dari Whoscored, Kante rata-rata melepaskan umpan akurat 87,7 persen dari total 23 laga.
Lihat juga:Kante Sukses Karena Terinspirasi Drogba |
Kemampuan Kante sebagai penjaga keseimbangan amat memudahkan kerja Conte dalam meramu taktik. Skema langganan 3-4-3 yang ia terapkan cocok dengan 'tenaga kuda' pemainnya itu dalam membantu pertahanan sekaligus menyerang dari lini tengah.
Karakter Tanpa Bola
Mantan pemandu bakat Leicester City, Steve Walsh, menceritakan proses saat merekomendasikan Kante kepada Ranieri. Karakter kuat Kante menjadi daya tarik terbesar untuk membawanya ke King Power Stadium.
"Karakter sangat penting dan Anda bisa mengetahui banyak tentang kemampuan pemain ketika Anda menyaksikan mereka di lapangan," kata Walsh yang kini menjabat Direktur Klub Everton.
"Ini tidak melulu tentang apa yang Anda lakukan ketika menguasai bola, sebagian besar adalah tentang apa yang Anda lakukan ketika berada dalam situasi tanpa bola," sambung Walsh.
Kante adalah penyeimbang permainan tim di lini tengah. Tak hanya cerdik mengambil inisiatif ketika menguasai bola, ia juga pintar menutup ruang gerak lawan secara konsisten. Itulah mengapa Kante menjadi berkah bagi Chelsea musim ini, sebaliknya jadi petaka bagi klub yang ditinggalnya Leicester. (jun/vws)
Penampilan apik bersama Leicester City jadi modal N'Golo Kante memperkuat timnas Perancis. (REUTERS/Lee Smith)