Lihat juga:Bayern Munich Terkejut Lahm Umumkan Pensiun |
Sementara di Piala Dunia Brasil 2014, Lahm berganti peran sebagai gelandang di bawah kendali Loew. Dengan posisi inilah Lahm justru sukses mengantar Jerman meraih trofi tertinggi pesta sepak bola dunia usai membungkam Argentina 1-0 di laga puncak.
Philipp Lahm (tengah) ikut mengantarkan Jerman meraih juara Piala Dunia 2014 di Brasil. (AFP PHOTO / ADRIAN DENNIS) |
Dengan kejeniusan membaca permainan, Lahm sukses memeragakan peran sebagai holding midfielder di bawah arahan pelatih Munich saat itu, Pep Guardiola.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika dibandingkan pemain Jerman lainnya, postur tubuh Lahm terbilang mungil (170cm). Namun, kekurangan fisiknya ditutupi dengan otak jenius yang dimiliki.
Salah satu pujian datang dari Guardiola. Meski telah menangani sederet pemain bintang di Barcelona, namun pelatih asal Spanyol itu menobatkan Lahm sebagai pemain paling jenius yang pernah dilihatnya.
Lihat juga:Lampard Ungkap Dua Pemain Paling Ditakutinya |
Pemilik nomor punggung 21 itu dikenal sebagai pemain yang selalu berada di posisi yang tepat di waktu yang tepat. Ia bisa mengatur tempo dengan tenang layaknya mantan jenderal lapangan tengah Barcelona, Xavi Hernandez.
Lahm juga dianugerahi kemampuan membaca permainan. Ia memiliki naluri untuk memahami secara persis apa yang akan terjadi tiga, lima atau 10 detik ke depan.
Pemain yang kini berusia 33 tahun itu piawai mengatur tempo permainan dan bisa membaca pola permainan lawan. Sebuah anugerah lain yang dimiliki Lahm.
Asisten pelatih Munich Hermann Gerland menjadi orang yang begitu mengenal sosok Lahm. Gerland yang sempat menangani skuat muda Munich, sudah takjub menyaksikan cara bermain Lahm saat masih belia.
"Saya mengatakan kepadanya bahwa jika ia tidak bermain untuk Bayern, saya akan melemparkan lisensi saya dan pergi untuk menjadi pelatih polo air pelatih," ujarnya.
Prediksi Gerland tak meleset. Lahm berhasil menembus tim senior Munich pada musim 2002/2003. Sempat dipinjamkan selama dua musim di VfB Stuttgart, ia kembali ke Munich sebagai pemain bintang.
Philipp Lahm memutuskan akan pensiun akhir musim ini. (REUTERS/Michaela Rehle) |
Trofi Piala Dunia Brasil 2014 menjadi gelar tertinggi yang telah dicapai Lahm.
Pembuka Jalan Pemain Muda
Di balik gemerlap trofi yang telah diraih, Lahm adalah sosok langka dalam sejarah sepak bola Jerman. Ia memilih mundur dari timnas Jerman saat berada di puncak kariernya.
Lahm mengumumkan pensiun dari timnas, sepekan setelah mengangkat trofi Piala Dunia 2014. Saat itu, usianya masih menginjak 30 tahun. Usia yang terbilang muda jika dibandingkan dengan legenda timnas Jerman lainnya yang memutuskan pensiun di atas 35 tahun.
Keputusan Lahm disesalkan banyak pihak terutama oleh Presiden Bayern yang juga pernah menjadi pemain nasional Jerman, Karl Heinz Rummenigge. Menurutnya, skuat Jerman bakal kesulitan mencari kapten sekaligus pengganti sepadan.
Namun, kepergian Lahm dari timnas justru membuka bagi pemain muda seperti Emre Can dan binaan Munich Joshua Kimmich. Kimmich juga berpeluang menggantikan Lahm di Munich setelah Lahm mengumumkan bakal pensiun dari Die Roten musim depan. (jun)
Philipp Lahm (tengah) ikut mengantarkan Jerman meraih juara Piala Dunia 2014 di Brasil. (AFP PHOTO / ADRIAN DENNIS)
Philipp Lahm memutuskan akan pensiun akhir musim ini. (REUTERS/Michaela Rehle)