Bima resmi memutuskan untuk gantung sepatu sebagai gelandang bertahan di lapangan. Di usianya yang sudah 41 tahun, ia memilih fokus menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla.
Bima sendiri sebenarnya mengaku berat untuk meninggalkan kariernya di lapangan hijau. Pasalnya, ia masih penasaran untuk terus bermain di kompetisi domestik Indonesia. Terlebih, saat ini kompetisi di Indonesia sudah kembali resmi di bawah PSSI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemain jebolan Timnas Primabera itu mengatakan, ini kesempatan berharga baginya merintis karier sebagai pelatih.
"Pasti banyak yang bisa saya ambil ilmunya mulai aspek taktik, mengelola program latihan, dan lain sebagainya," kata Bima.
Apalagi, latar belakang kepelatihan Milla dari Spanyol akan sangat bermanfaat baginya bekerja dengannya sekaligus belajar banyak.
Bima Sakti (tengah) saat masih memperkuat Gresik United pada 2014. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto) |
Di Persiba, Bima mengaku juga sudah pamitan dengan manajemen dan para pemain untuk gantung sepatu.
Memang tak ada acara meriah dan monumental menandai masa pensiun Bima dari lapangan hijau. Meski demikian, hal itu diakuinya tak menyurutkan kesan emosional baginya.
Bima Sakti (tengah) saat masih memperkuat Gresik United pada 2014. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)