Rossi mengakhiri tes pramusim di Sirkuit Phillip Island, Australia, pekan lalu dengan berada di peringkat 11. Sebelumnya di hari pertama ia berada di posisi dua dan kemudian melorot ke posisi delapan di hari kedua.
Lihat juga:Valentino Rossi dan Makna Nomor 46 |
Pebalap 38 tahun itu juga tidak pernah jadi yang tercepat ketika di tes Sepang, Malaysia. Ia mengalami sakit kepala pada hari pertama, kemudian di hari kedua berada di posisi empat dan merosot satu peringkat pada hari terakhir. Raihan itu sangat berbeda dengan Maverick Vinales yang tiga kali jadi yang tercepat di Sepang dan Phillip Island.
Meregalli menyatakan bahwa hal itu lebih disebabkan karena Rossi kelelahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maverick Vinales tiga kali menjadi yang tercepat di sesi pramusim. (AFP PHOTO / MANAN VATSYAYANA) |
"Pada akhirnya, sirkuit itu memang aneh, karena berbagai hal yang Anda coba hanya cocok di lintasan itu. Secara umum kami puas dan kekecewaan kami hanya soal rangka motor. Maverick telah mengangkat beban dari pundak kami."
Lihat juga:Legenda Itu Bernama Valentino Rossi |
Ketika ditanyai lagi apakah Yamaha risau hanya Vinales yang bisa mengadang sang juara bertahan Marc Marquez musim ini, Meregalli hanya menjawab singkat: "Kejuaraan baru dimulai 26 Maret nanti."
Maverick Vinales tiga kali menjadi yang tercepat di sesi pramusim. (AFP PHOTO / MANAN VATSYAYANA)