Seperti cerita yang diungkapkan staf media timnas, Bandung Saputra dalam sesi perbincangan santai bersama, Kamis (23/2) malam dan dokter timnas Syarif Alwi kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Sabtu (25/2).
Bahkan, Bandung sudah bisa membandingkan beberapa hal termasuk cara melatih dan memperlakukan pemain antara Trio Spanyol itu dengan Alfred Riedl, mantan arsitek timnas sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Luis Milla Antusias Belajar Bahasa Indonesia |
Mungkin saja sikap itu bisa berubah jika Timnas Indonesia yang akan tampil di Islamic Solidarity Games (ISG) dan SEA Games 2017 sudah terbentuk. Tersisa dua tahapan seleksi lagi, sebelum Milla dan staf kepelatihannya memiilh 25-30 nama yang akan masuk menempati skuat Timnas Garuda nantinya.
Luis Milla saat memberikan instruksi pada seleksi latihan timnas Indonesia. (ANTARA FOTO/Lucky R) |
Sedangkan Milla, cenderung lebih memilih makanan asli Indonesia, sebut saja Sop Buntut yang menjadi menu favorit yang selalu dimintanya setiap datang ke markas PSSI di kawasan Kuningan. Ia juga sempat menjajal Rawon ketika berada di Malang.
Dari sisi kepelatihan, layaknya pelatih sepak bola di Eropa, Milla memang memposisikan dirinya di pinggir lapangan untuk bisa mengamati para pemainnya satu-satu dari jauh. Sedangkan asistennya, Gandia, lebih aktif untuk mengarahkan pemain sesuai dengan menu latihan yang sudah dibuat bersama dan didiskusikan bersama para pemain sebelumnya.
Sejak pukul 06.00 pagi WIB, asisten pelatih Milla itu sudah sibuk memasangkan kamera kecil serta alat-alat untuk bisa merekam gerak pemain di pinggir lapangan. Ia juga menempelkan semacam lakban atau alat perekat sebagai bagian dari program latihan yang tujuhannya untuk melihat reaksi pemain saat berada di ruang sempit.
Di tengah hujan, Eduardo sendiri mengerjakan hal tersebut selama sekitar 45 menit. Sambil basah-basahan, ia pun kembali ke Hotel Yasmin untuk menyempatkan sarapan bersama dengan pemain dan dua pelatih lainnya.
“Baru ini saya melihat pelatih seperti ini. Dulu, jamannya Riedl, kalau hujan seperti kemarin pasti latihan digeser ke hotel saja. Atau kalau hujan datang di tengah-tengah latihan, Riedl pasti sudah menggunakan jaket parasutnya dan mengikatkan tali tudung kepalanya erat-erat supaya dia tidak terkena hujan,” kata Bandung membandingkan.
“Tapi, sekarang lihat coach Milla dan timnya, mereka sama sekali memposisikan diri seperti pemain. Ikut berada di lapangan, hujan-hujanan tanpa mengenakan penutup kepala,” imbuhnya.
Luis Milla mendapat kesan yang cukup simpatik di mata para pemain dan ofisial timnas Indonesia. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Jujur milla lebih sabar lebih tenang lebih tegas lebih komunikatif, tidak ada alasan pemain tidak mengerti apa yang Milla mau," terang pria yang akrab dipanggil Papi oleh para pemain dan rekan-rekan media.
"Pada dasarnya, Riedl dan Milla sama. Mereka percaya ke saya untuk mengontrol ketat pemain. Para pemain itu sangat respek dengan Milla.
Mereka (pemain) bukannya takut dengan Milla. Tapi respek dan mengikuti semua aturan yang dibuat Milla, karena mereka mau jadi pemain bagus dan pemain besar."
"Bedanya (lagi)? Milla itu kelihatan lembut, tidak angker."
Karakter Milla ini yang membuat seolah tidak ada jarak yang cukup jauh antara dirinya dengan para pemain. Kalau pemain ada yang mau ditanyakan, mereka langsung tanya. Apalagi ada dua penerjemah," ujar Alwi.
Alwi juga mengatakan Milla pernah memuji struktur badan para pemain yang menurutnya cukup bagus.
"Milla pernah bilang pemain Indonesia itu badannya bagus-bagus, jarang makan makanan berlemak. Makanan berlemak itu perlu, tapi porsinya tak banyak. Pemain sehat dan staminanya oke," kata Alwi.
Lihat juga:'Gaya Melatih Luis Milla Mirip Indra Sjafri' |
Kebersamaan yang membangun dapat menguatkan mental pemain. Sikap dan disiplin tinggi yang diberikan juga bisa meningkatkan perilaku demi prestasi sepak bola Indonesia. (bac)
Luis Milla saat memberikan instruksi pada seleksi latihan timnas Indonesia. (ANTARA FOTO/Lucky R)
Luis Milla mendapat kesan yang cukup simpatik di mata para pemain dan ofisial timnas Indonesia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)