Pada simulasi pertandingan dua babak, Hardianto mencetak dua gol hasil umpan Rizky Dwi Feriyanto dan Muhammad Hargianto. Dua gol ini tercipta lewat skema permainan sayap.
Dengan formasi 4-3-3, Rizky maupun Hargianto berhasil merangsek dari sayap dan meneruskan umpan silang mendatar. Hardianto yang punya keunggulan dalam penempatan posisi berhasil menyambut bola di kotak penalti. Tendangan terukurnya tak mampu diadang Dicky Indrayana.
Hardianto tergabung dalam tim rompi diplot sebagai striker tengah didampingi dua penyerang sayap, Yogi Rahadian dan Saddil Ramdani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim Hardianto sukses mengalahkan kubu Evan Dimas Darmono dkk dengan skor 2-0. Trisula penyerang Miftahul Hamdi, Dimas Drajad, dan Septian David Maulana tak mampu menghasilkan gol.
"Saya senang bisa cetak gol, tapi ini semua berkat pemain lain yang kasih dukungan. Saya berharap bisa membenahi kekurangan dan berusaha memberikan yang terbaik setiap hari," ujar Hardianto.
Sementara itu, asisten pelatih Eduardo Perez menilai tak menganggap penampilan Hardianto spesial. Terpenting baginya adalah kolektivitas pemain secara keseluruhan.
"Tujuan simulasi hari ini untuk melihat semua pemain. Jadi tidak peduli siapa pemain yang cetak gol, walau itu Hardianto atau pemain lain. Kami tetap akan melihat aspek lain untuk penilaian," kata Perez.