Menjadi salah satu pebasket tersukses dan terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, Rony meninggalkan begitu banyak warisan untuk bola basket nasional. Tujuh gelar liga bola basket Indonesia (IBL/NBL), satu gelar liga bola basket ASEAN (ABL), dua kali MVP liga, dua MVP final, dan dua medali perak SEA Games adalah sejumlah prestasi Rony.
Dalam wawancara dengan CNNIndonesia.com, Rony mengaku sedang menikmati masa pensiunnya. Pria 36 tahun itu memutuskan pensiun tahun lalu usai membawa Satria Muda menjadi juara Perbasi Cup 2016, Oktober 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rony Gunawan (kanan) kali terakhir memperkuat Satria Muda di Perbasi Cup 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Rony lebih bersyukur karena di masa pensiunnya pria yang akrab disapa Rogun itu tidak harus bekerja di belakang meja. Suami dari Priscilla Woen itu bersyukur masih bisa dekat dengan tim Satria Muda dan memberikan masukan untuk tim yang saat ini dilatih Youbel Sondakh tersebut.
Rony Gunawan mengoleksi tujuh gelar liga basket Indonesia. (CNNIndonesia.com/Damar Sinuko) |
Ketika ditanya yang paling dirindukannya di masa pensiun ini, Rony dengan sigap mengatakan: "Rindu bermain."
Tapi, ada satu hal yang tidak dirindukan Rony dari bola basket, dunia olahraga yang telah membesarkan namanya. "Saya tidak rindu latihannya, karena sudah tidak mampu lagi. Berat. Saya juga rindu atmosfer pertandingan. Ternyata lebih tegang menonton daripada bermain," ucapnya.
Nasihat Rogun
Manajemen Satria Muda tidak hanya memberikan penghargaan Rony jabatan Vice President PT Indonesia Sport Venture. Klub yang dimiliki pengusaha Indonesia, Erick Thohir, itu juga mempensiunkan nomor 32 yang selama ini digunakan Rony.
Dalam seremoni yang berlangsung di Britama Arena Mahaka Square, Jakarta, awal Februari 2016, nomor 32 milik Rony di tim Satria Muda resmi dipensiunkan.
[Gambas:Instagram]
"Jelas saya merasa dihargai dengan dipensiunkannya nomor 32. Itu juga menjadi contoh untuk pemain-pemain muda. Jika mereka memberikan yang terbaik untuk klub, fokus, maka penghargaan itu akan datang dengan sendirinya," tegas Rony.
Terkait masa depannya di dunia bola basket, Rony tetap pada keputusannya untuk tidak melirik karier pelatih profesional. Pemain yang memulai karier profesional CLS Knights Surabaya itu lebih memilih menjadi pelatih tim usia dini.
"Saya ingin fokus melatih anak-anak kecil. Karena anak-anak kecil seperti kertas putih, lebih mudah melatih dan membentuknya. Jika sudah besar akan susah diubah," ucap Rony. (vws)
Rony Gunawan (kanan) kali terakhir memperkuat Satria Muda di Perbasi Cup 2016. (CNN Indonesia/
Rony Gunawan mengoleksi tujuh gelar liga basket Indonesia. (