Timnas Indonesia sempat bermain bagus di 20 menit pertama, tapi kemudian semakin menurun dan membiarkan Myanmar menguasai bola. Di babak kedua, Myanmar tampil sangat dominan dengan serangan-serangan balik yang mematikan.
Di sesi latihan, Milla coba menerapkan permainan ofensif dengan mengandalkan umpan-umpan pendek. Akan tetapi skema tersebut tak berjalan dan Indonesia lebih sering menyerang lewat sayap.
Di babak kedua, Indonesia bahkan sering melambungkan bola ke arah depan dalam skema serangan balik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lawan tidak memberikan ruang untuk umpan-umpan pendek. Kalau seperti itu dipaksakan, berbahaya untuk serangan balik. Maka dari itu pemain menggunakan umpan jauh."
Lihat juga:Pelatih Timnas Myanmar Puji Febri Persib |
Milla juga membantah bahwa para pemain belakangnya mengalami kelelahan di babak kedua sehingga dibobol dua kali di 45 menit terakhir. Ia mengakui bahwa kelelahan fisik itu dialami oleh seluruh pemainnya sehingga ia harus memperbaiki hal itu.
"Pada latihan berikutnya, kami akan cari solusi supaya bisa main bagus di babak pertama dan kedua."
Di pertandingan perdana Milla sebagai pelatih timnas, Skuat Garuda ditekuk Myanmar dengan skor 1-3.
Di babak pertama timnas sempat unggul lebih dahulu lewat gol M. Nurhardianto, tapi Myanmar kemudian menyamakan kedudukan lewat gol Mg Mg Lwin. Di babak kedua, Myanmar berbalik unggul lewat penalti Kyaw Ko Ko pada menit ke-74 dan menggandakan skor lewat sepakan Thu Aung jelang pertandingan berakhir.