Ezra tampil penuh di babak kedua menggantikan Nur Hadianto. Pemain binaan Ajax Amsterdam itu sempat menciptakan satu peluang baik ketika menusuk ke kotak penalti dan menendang dari sudut sempit. Tapi sepakannya diblok penjaga gawang Myanmar.
"Luar biasa, padahal ia baru empat jam turun di lapangan. Masih jetlag lho. Saya yang sudah biasa lama terbang dari Amerika biasanya jetlag dua sampai tiga hari. Tapi dia bisa main, bisa shooting," kata Gede kepada CNNIndonesia.com di Aston Hotel Sentul, Selasa (21/3) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ezra memang baru tiba di Indonesia dari Belanda pada Minggu (19/3) malam dan langsung berlatih dengan timnas Indonesia keesokan harinya. Pemain Jong Ajax tersebut mendapat lampu hijau tanding melawan Myanmar setelah proses naturalisasinya selesai Senin malam.
Di pertandingan debut Luis Milla sebagai pelatih timnas Indonesia itu, skuat Garuda kalah 1-3 meski sempat unggul lebih dulu lewat sundulan Nur Hardianto. Myanmar kemudian membalas tiga gol lewat Mg Mg Lwin di babak pertama, penalti Kyaw Ko Ko, dan sepakan keras Si Thu Aung jelang pertandingan berakhir.
"Dari awal kami sudah saling menyadari. Wong timnas Indonesia baru berlatih empat hari atau seminggu kurang. Kurang waktu untuk membentuk sebuah tim. Tapi kami sudah lihat dasarnya," kata pria yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC itu.