Belanda adalah salah satu kekuatan sepak bola dunia. Julukan 'Raja Tanpa Mahkota' adalah bukti kebesaran Belanda. Tiga kali runner up Piala Dunia, 1974, 1978, dan 2010 adalah salah satu bukti bahwa Belanda tak dipandang sebelah mata di mata dunia.
Ketika Belanda mengalami musibah tak lolos Piala Dunia 2002, publik ramai-ramai menyayangkannya. Talenta-talenta hebat seperti Edwin van der Sar, Jaap Stam, De Boer bersaudara, Marc Overmars, hingga Dennis Bergkamp dianggap sebagai kehilangan terbesar yang tak bisa dijumpai di Piala Dunia 2002.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belanda kalah dari Bulgaria 0-2. (REUTERS/Laszlo Balogh) |
Pada kualifikasi Piala Eropa 2016, Belanda gagal finis di tiga besar saat berada satu grup dengan Republik Ceko, Islandia, Turki, Kazakhstan, dan Latvia.Tim Oranye ini hanya sanggup mengoleksi poin lebih baik dari Kazakhstan dan Latvia serta menderita lima kekalahan sepanjang kualifikasi berlangsung.
Belanda bermain imbang lawan Swedia, menang atas Belarusia, dan kalah 0-1 dari Perancis di Amsterdam. Kekalahan dari Perancis ini merupakan pukulan telak dalam perlombaan berburu tiket Piala Dunia.
Kemudian pada akhirnya kekalahan dari Bulgaria di Sofia kembali menyadarkan Belanda. Tiket Piala Dunia 2018 mulai jauh dari genggaman mereka. Jangankan berharap tiket lolos langsung, tiket play-off sebagai ganjaran penghuni peringkat dua pun masih jauh dari mereka.
Kekalahan Belanda di markas Bulgaria membuat peluang mereka ke Piala Dunia menjadi kecil. (REUTERS/Stoyan Nenov) |
Nyawa Belanda kini dalam ancaman. Mereka harus bisa menghadirkan keajaiban di lima partai tersisa. Bila tak mampu mendapatkan tiket langsung ke Rusia, setidaknya mereka harus ada di posisi kedua untuk mendapatkan tiket menuju babak play-off.
Dua laga di depan mata yang berlangsung pada bulan Juni dan Agustus adalah dua laga yang bisa menentukan masa depan Belanda yang saat ini tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen, Perancis.
Pada 9 Juni mendatang, Belanda akan menjamu Luksemburg ketika Swedia harus berduel lawan Perancis. Apapun hasil laga Swedia lawan Perancis, hal itu akan menguntungkan bagi Belanda.
Sebulan kemudian, Belanda akan bertandang ke markas Perancis, Stade de France. Andai Belanda sukses mencuri kemenangan di laga ini, maka peluang Belanda untuk setidaknya merebut posisi kedua bakal kembali terbuka.
Tiga laga sisa Belanda berikutnya adalah kandang melawan Bulgaria, tandang menghadapi Belarusia, dan kandang menghadapi Swedia sebagai laga pamungkas.
Laga lawan Swedia nanti bisa jadi laga hidup-mati penentuan nasib Belanda di Piala Dunia. Bisa saja Wesley Sneijder dan kawan-kawan menangis bahagia seusai laga, atau malah mereka kembali mengulangi pemandangan yang sama ketika kalah 2-3 dari Rep.Ceko di laga terakhir kualifikasi Piala Eropa.
Terlepas bagaimana nanti hasil yang didapat Belanda, tim tersebut sejatinya mulai kehilangan reputasi di mata dunia bila menilik materi pemain yang ada.
Arjen Robben sudah terlalu tua untuk dijadikan tulang punggung Belanda. (REUTERS/Laszlo Balogh) |
Bila nantinya Belanda tak lolos Piala Dunia pun, mungkin tak banyak yang merasa kehilangan. Selain karena itu berarti mereka sudah dua kali beruntun absen di ajang besar, bisa pula lantaran kini Belanda minim pemain bintang yang aksinya layak dirindukan.
Belanda kalah dari Bulgaria 0-2. (
Kekalahan Belanda di markas Bulgaria membuat peluang mereka ke Piala Dunia menjadi kecil. (
Arjen Robben sudah terlalu tua untuk dijadikan tulang punggung Belanda. (