Demam Marquee Player Merambah Indonesia

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Kamis, 30/03/2017 19:32 WIB
Demam Marquee Player Merambah Indonesia Carlton Cole akan memeriahkan kompetisi Liga 1 musim ini. ( CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Jakarta, CNN Indonesia -- Istilah marquee player mencuat seiring dengan persiapan bergulirnya kompetisi resmi Liga 1 musim ini. Kedatangan Michael Essien disusul Carlton Cole di Persib Bandung, makin mengakrabkan istilah marquee player di telinga pecinta sepak bola Indonesia.

Liga Indonesia sudah lama mengenal konsep penggunaan pemain asing. Penerapan marquee player kali pertama digunakan di Indonesia pada era Liga Primer Indonesia (LPI). Namun untuk musim ini, ada terobosan besar terkait level pemain asing yang datang, meskipun sejauh ini baru Persib yang melakukannya.

Essien dan Cole adalah nama besar yang pernah merumput di kompetisi Liga Primer Inggris. Usia yang masih 34 dan 33 tahun membuat mereka masih bisa tampil kompetitif karena belum terlalu tua.


Essien dan Cole inilah yang kemudian disebut sebagai marquee player, beda dengan pemain asing yang sudah pernah merumput di Liga Indonesia selama ini.

Status marquee player di Indonesia rencananya akan diberi kekhususan berupa statusnya yang di luar slot pemain asing. Dengan demikian, klub yang merekrut marquee player masih memiliki tiga slot untuk merekrut pemain asing lain untuk kebutuhan tim mereka.

Marquee player selama ini sudah dikenal luas di berbagai belahan dunia dan di berbagai cabang olahraga. Mereka mendapatkan keistimewaan, meskipun di tiap negara berbeda-beda.

Di Major League Soccer (MLS), marquee player yang juga disebut designated player, mendapat keistimewaan terkait gaji yang mereka terima. Walaupun ada batasan gaji pemain di MLS, para pemain yang termasuk designated player bisa menerobos batas tersebut.

David Beckham mendapatkan keistimewaan sebagai 'designated player' saat bermain di Los Angeles Galaxy.David Beckham mendapatkan keistimewaan sebagai 'designated player' saat bermain di Los Angeles Galaxy. (AFP PHOTO / FREDERIC J. BROWN)
Aturan itu mulai dikenal sejak kedatangan David Beckham ke Los Angeles Galaxy pada 2007. Setelah kedatangan Beckham, sejumlah bintang dunia pun lalu berminat tampil di MLS, seperti Didier Drogba, Kaka, Frank Lampard, hingga Steven Gerrard.

Liga sepak bola India juga menggunakan istilah marquee player. Mereka yang pernah jadi marquee player di Liga India adalah Alessandro Del Piero, Robert Pires, Adrian Mutu, Nicolas Anelka, David Trezeguet, hingga Roberto Carlos.

Sejumlah klub di India sempat menggunakan pola pelatih-pemain untuk marquee player, namun aturan itu kemudian dilarang sejak tahun 2015.

Alessandro Del Piero sempat merasakan atmosfer Liga India. Ia juga sempat berstatus marquee player di Liga Australia.Alessandro Del Piero sempat merasakan atmosfer Liga India. Ia juga sempat berstatus marquee player di Liga Australia. (AFP PHOTO / DIBYANGSHU SARKAR)
Dalam pengertian Federasi Sepakbola India, marquee player adalah pemain yang pernah bermain untuk tim nasional di turnamen bergengsi, seperti Piala Eropa, Copa America, Piala Afrika, Piala Asia, atau Piala Dunia.

"Memiliki marquee player bukan hanya meningkatkan kualitas liga tetapi juga kualitas seluruh pemain yang ada di liga ini."

"Menghabiskan waktu semusim bersama pemain kelas dunia akan membuat para pemain sepak bola makin berkembang," ujar Sunando Dhar, CEO I-League, pada 2015.

Sementara itu di Liga Super China, tak ada kekhususan yang mengikat pemain asing terkait nominal gaji yang didapat. Tetapi, meski klub-klub Liga Super China mengontrak pemain dengan nilai fantastis, Federasi Sepakbola China membatasi ruang gerak dengan tak memberikan keistimewaan lainnya.

Federasi Sepakbola China bahkan coba mengimbangi banjirnya pemain asing berkualitas dengan perubahan peraturan di awal tahun ini.

Bila sebelumnya tiap klub boleh memiliki 4+1 (4 pemain asing plus 1 pemain asal Asia) dengan 3+1 (tiga pemain asing di luar Asia plus satu pemain Asia) yang boleh bermain di lapangan, maka aturan itu diperketat oleh CFA sebagai perwujudan untuk menjaga perkembangan pemain-pemain lokal.

Kini tiap klub hanya diperbolehkan menurunkan tiga pemain asing di tiap pertandingan yang dimainkan.

"Langkah ini dibutuhkan sebagai upaya menjaga rencana besar untuk reformasi dan pengembangan sepak bola China," kata CFA dalam rilis mereka.

Dari istilah bahasa, marquee berarti papan penanda sebuah hotel atau bioskop yang bersinar terang di pinggir jalan.

Mungkin istilah marquee player berasal dari idiom itu. Marquee player diharapkan bisa membuat liga tempat mereka bermain semakin dikenal oleh publik dunia. Mungkin.