Marquez yang sejak lap pertama melaju kencang meningggalkan jauh para pesaingnya, kehilangan keseimbangan di tikungan kedua memasuki lap keempat.
Pebalap asal Spanyol itu pun enggan mencari alasan atas kecelakaan itu. Ia mengakui, kecelakaan di MotoGP Argentina merupakan kesalahan yang paling disesalinya sepanjang karier.
"Saya berada dalam posisi pengereman di tikungan kedua, dan dekat sekali dengan tepian. Namun, saya menguncinya di bagian depan dan terjatuh," tutur Marquez seperti dikutip dari Crash.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Rossi: Vinales Fantastis Sejak Pramusim |
Ia mengaku amat kecewa dengan kesalahan fatal yang dibuatnya sendiri sehingga berakibat buruk baginya.
"Saya pernah katakan di Qatar dan akan saya katakan lagi sekarang. Kesalahan pada awal musim akan menghukum Anda terlalu banyak. Ini murni kesalahan saya dan mohon maaf kepada tim serta Honda," terang Marquez.
"Kami adalah manusia dan kami harus mengerti penyebabnya dan mulai berpikir ke depan pada balapan berikutnya," tegas pebalap 24 tahun tersebut.
Banyak pihak yang mengkritik Marquez karena ia dinilai terlalu memaksakan diri. Padahal, ia sudah sempat memimpin jauh dengan jarak 2,248 detik di depan Mavarick Vinales di posisi kedua.
Namun, Marquez membantahnya ia terlalu memaksakan kecepatannya seperti kritikan banyak pihak.
"Itu tentu mengejutkan saya untuk satu alasan. Saya sebenarnya tidak terlalu cepat. Saya berkendara dengan normal. Biasanya kami bisa bertahan dengan kecepatan itu. Saya tidak dalam kecepatan 1 menit 39,5-39,0 detik," pungkasnya.