"Saya melihat lagi ke masa lampau ketika para pebalap terbaik dunia berkompetisi di balapan terbaik sedunia, meskpung itu hanya ada satu seri. Mereka berkompetisi satu sama lain demi mengejar mimpi mereka saat muda. Indy 500, F1, Le Mans 24 Hours adalah balapan terbaik yang ada di dunia dan saya memikirkan untuk berkompetisi dan berpartisipasi di sana," tukas Alonso seperti dikutip dari Crash.
"Kemenangan hanyalah satu langkah maju lainnya dan saya beruntung saya sudah cukup sukses di F1, namun di dua seri lain [Indy dan Le Mans] kita belum tahu situasinya."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"'Triple Crown' mungkin menjadi tantangan terbesar yang ada di depan saya saat ini," tukas Alonso yang telah menjadi juara dunia F1 sebanyak dua kali.
MIchael Schumacher. (REUTERS/Miguel Vidal) |
Pada gelaran balap ke-101 Indy 500, Alonso pun bakal membalap untuk tim yang menggunakan mesin Honda, Andretti. Untuk diketahui, Andretti adalah tim sayap dari McLaren di ajang balap bergengsi se-Amerika Serikat tersebut.
"Saya pernah menjuarai GP Monako dua kali, dan ini lah salah satu ambisi saya untuk mendapatkan Triple Crown, yang sejauh ini hanya bisa dilakukan satu pebalap dalam sejarah: Graham Hill," tukas Alonso dikutip dari ESPN.
"Ini tantangan yang sulit, namun saya siap untuk ini. Saya tak tahu kapan bisa membalap di Le Mans, tetapi suatu hari nanti saya akan lakukan. Saya baru 35 tahun: Saya masih punya waktu untuk itu."
Dalam kompetisi F1, Alonso sendiri kembali mengalami momen mengecewakan di musim ketiganya bersama McLaren yang memakai mesin Honda.
Lihat juga:Rio Haryanto Dapat Banyak Tawaran di Luar F1 |
Perjudian itu gagal karena pada musim tersebut Honda mengalami kesulitan dan banyak mendapatkan persoalan teknis--yang juga tak mampu dibenahi saat musim berjalan. Musim selanjutnya, musim 2016 silam, Honda mulai merangkak naik, namun sepanjang 2017 ini prestasi Alonso kembali buruk akibat persoalan teknis.
MIchael Schumacher. (REUTERS/Miguel Vidal)