Pasalnya jelang menjamu Crystal Palace, Minggu (23/4), Klopp mengalami krisis di benteng pertahanan.
Bek asal Estonia, Ragnar Klavan masih berjuang pulih dari cedera lutut. Ia diperkirakan baru kembali pada 1 Mei mendatang. Sementara itu Joel Matip dan Lucas Leiva sama-sama cedera otot dan masih diragukan bisa tampil pada akhir pekan nanti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dejan Lovren. (Reuters / Darren Staples) |
Selanjutnya, sebagai pelapis Ragnar Klavan adalah pilihan kedua dilanjutkan Lucas Leiva. Klavan telah bermain 15 kali, sementara Leiva sembilan kali.
"Saya harus mencari sebuah solusi untuk akhir pekan ini," tukas Klopp seperti dikutip dari Liverpool Echo.
Klopp bahkan menilai barisan serangan Palace saat ini adalah salah satu yang terbaik di Liga Inggris--terutama dalam mengandalkan serangan-serangan udara.
"Ketika bola berada di udara, Christian {Benteke] adalah ancaman besar. Kami merasakan itu di sini," tukas Klopp.
"Namun anda tak hanya bisa berkonsentrasi terhadap Benteke saja, anda mesti mengatasi [Wilfried] Zaha dan [Andros] Townsend yang menemaninya. Palace merupakan salah satu lini serangan terbaik di Liga Primer."
Jika bisa mengatasi Palace yang diperkuat dua mantan penggawanya-- Benteke dan Mamadou Sakho-- Liverpool tetap dapat mengunci kesempatan finis di empat besar Liga Inggris.
Apalagi tiga dari empat tim teratas berlaga di semifinal Piala FA akhir pekan ini.
Saat ini, Liverpool ada di urutan tiga Liga Inggris. Ia tertinggal lima poin dari Tottenham Hotspur di peringkat dua, dan tertinggal sembilan poin dari Chelsea di puncak klasemen.
Di bawah Liverpool adalah Manchester City yang tertinggal dua poin dari The Reds. Manchester City--juga rival sekotanya, Manchester United--adalah ancaman Liverpool untuk finis di empat besar.
MU saat ini tertinggal enam poin dari Liverpool, namun masih memiliki tabungan dua laga.
Di bawah MU adalah Arsenal. Meski tertinggal sembilan poin, Arsenal pun memiliki tabungan dua laga dibandingkan Liverpool.
"Kami memiliki hal besar untuk dicapai -- Liga Champions. Semua orang menginginkan untuk mendapatkannya namun andai Anda ingin menjadi tim papan atas, Anda perlu terus bermain baik di setiap pertandingan," ujar Lovren.
Dejan Lovren. (Reuters / Darren Staples)