Hal itu diungkapkan Bartomeu seiring selesainya kompetisi La Liga musim 2016/17, Minggu (21/5).
"Kami harus berterima kasih atas peran Luis Enrique bertahun-tahun ini dan determinasinya. Pintu kami selalu terbuka baginya, namun kami masih ada Piala Raja, yang juga sebuah trofi penting [untuk dimenangkan]. Kami memiliki sepekan untuk mempersiapkan diri dan kami akan fokus untuk itu," ujar Bartomeu seperti dikutip dari Football-Espana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barcelona akan menghadapi Deportivo Alaves di partai puncak Piala Raja pada akhir pekan mendatang. Setelah gagal di Liga Champions, dan juga La Liga, maka Piala Raja jadi harapan satu-satunya persembahan terakhir Enrique bagi Barcelona.
"Valverde? Dia hanya pelatih yang kebetulan kontraknya hampir habis," kata Bartomeu singkat.
Mantan Penyerang Binaan Cruyff di Camp Nou
Saat berkarier sebagai pesepak bola, Valverde merupakan seorang penyerang.
Pelatih Athletic Bilbao ini penah merasakan langsung metode kepelatihan Johan Cruyff di Barcelona. Pria yang kini berusia 53 tersebut bermain sebagai penyerang dan membela Barcelona kurun waktu 1988-1990.
Namun, Valverde bukanlah pemain yang menonjol kala itu karena Cruyff lebih memilih Gary Lineker, Julio Salinas, Aitor Begiristain, dan Michael Laudrup di lini depan.
Valverde baru menonjol saat dirinya memutuskan pindah ke Bilbao--klub yang kini dia arsiteki sejak 2013 silam, dan sebelumnya 2001-2005.
Sejak 2013, Valverde mampu membawa Bilbao menjadi salah satu kuda hitam paling berbahaya bagi Real Madrid dan Barcelona. Valverde mampu membawa Bilbao kembali ke Liga Champions setelah 16 tahun absen.
Persoalannya, meski pernah berada di Barcelona, Valverde diragukan bisa klop dengan filosofi dan gaya permainan Blaugrana yang berbeda jauh dengan Bilbao.
Bilbao di bawah Valverde adalah tim yang memanfaatkan pertahanan sebagai kekuatan menyerang. Formasi standar Bilbao di bawah rujukan Valverde adalah 4-3-2-1 di mana penyerang veteran Aritz Aduriz menjadi ujung tombak.
Bagi Valverde kekuatan di lapangan hijau adalah dengan menekan tim lawan sehingga bingung dan lelah, atau kehabisan stamina.
Namun, perlu diwaspadai dewan direksi Barcelona karena itu bukanlah pola permainan Messi dkk.
Dan, Enrique menemukan kelemahan dari strategi Bilbao. Itu bisa ditunjukkan dari hasil statistik kedua tim sejak Barca takluk di final Super Spanyol 2015. Sejak saat itu, Barca hanya kalah sekali. Bahkan pada pertandingan terakhir, Barcelona mendominasi dan menang 3-0 di Camp Nou pada Februari lalu.