INASGOC Menanti Kepastian Nomor Pertandingan Asian Games

Dika Dania Kardi , CNN Indonesia | Rabu, 24/05/2017 01:52 WIB
INASGOC Menanti Kepastian Nomor Pertandingan Asian Games Ketua INASGOC Erick Thohir menyatakan mengharapkan kepastian jumlah nomor pertandingan dalam 39 cabang olahraga Asian Games akan disetujui Dewan Olimpiade Asia (OCA) (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Panitia penyelenggara Asian Games Indonesia 2018 (INASGOC) mengharapkan kepastian jumlah nomor pertandingan dalam 39 cabang olahraga Asian Games akan disetujui Dewan Olimpiade Asia (OCA) pada Agustus mendatang.

"Kami dapat mendorong kesepakatan dengan OCA menyusul perubahan organisasi internal kami lewat Keppres Nomor 15 tahun 2017. Kami optimistis keputusan jumlah nomor pertandingan selesai pada Agustus," kata Ketua Pelaksana INASGOC, Erick Thohir, seperti dikutip dari Antara, Selasa (23/5).

Erick mengaku jumlah nomor pertandingan yang diinginkan INASGOC belum disepakati dengan OCA. Sebagai catatan, pada April lalu OCA telah menyepakati 39 cabang olahraga, 53 disiplin, dan 426 nomor pertandingan yang diajukan INASGOC.

"Jumlah nomor pertandingan yang kami harapkan berbeda dengan apa yang dipahami OCA, sekitar tujuh sampai 10 nomor pertandingan," kata Erick.

INASGOC, lanjut Erick, akan tetap mempertahankan jumlah nomor pertandingan pada cabang-cabang olahraga unggulan Indonesia.

"Kami tidak ingin memutuskan jumlah nomor pertandingan itu dengan tergesa-gesa karena Indonesia juga harus berjuang meraih prestasi pada nomor-nomor pertandingan andalan," kata Erick.

Penggunaan Anggaran dari Pemerintah

Sementara itu INASGOC akan menyiapkan penggunaan anggaran awal sebesar Rp500 miliar yang telah diterima dari Kementerian Pemuda dan Olahraga sesuai Peraturan Presiden nomor 48 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Asian Games XVIII/2018.

"Kami telah meminta semua kedeputian untuk meneliti kegiatan-kegiatan yang sudah dikerjakan sejak Januari. Kami akan pakai anggaran APBN sebagai satuan kerja sementara dan dana non-APBN sesuai pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU)," ungkap Sekretaris Jenderal INASGOC Eris Herryanto di Jakarta, Selasa.

INASGOC, lanjut Eris, mencatat empat kegiatan yang membutuhkan anggaran besar dalam persiapan penyelenggaraan Asian Games ke-18 itu.

"Empat kegiatan itu adalah penyiaran pertandingan milik tuan rumah (host broadcast), teknologi informasi, sosialisasi, dan biaya periklanan di televisi," kata Eris.

Eris mencontohkan kegiatan sosialisasi antara lain pemasangan logo Asian Games di pesawat-pesawat, kereta api, serta bus-bus kota selain pemasangan baliho di Palembang, Jakarta, serta Bandung. Persiapan lain pelaksanaan yang juga membutuhkan anggaran besar adalah perekrutan sukarelawan Asian Games.

"Kami membutuhkan sekitar 10 ribu sukarelawan karena jumlah panitia tidak sampai ribuan orang. Kami juga akan menyiapkan ruang-ruang tambahan seperti ruangan untuk pers di setiap gelanggang," katanya.

Sementara itu Erick telah mengusulkan sejumlah nama sebagai direktur pada empat deputi INASGOC kepada Ketua Dewan Pengarah Asian Games Jusuf Kalla.

"Kami mengusulkan Direktur Deputi I Bidang Operasional Pertandingan dipegang oleh Muddai Maddang, Direktur Deputi II Bidang Administrasi Pertandingan dipegang oleh Francis Wanandi, Direktur Deputi III Bidang Pendukung Pertandingan oleh Ahmad Solihin,” ujar Erick.

Kemudian untuk jabatan Deputi IV Bidang Keamanan dan Transportasi akan dipegang oleh Asisten Operasi Kapolri.

"Kami minta dari para pihak yang telah berpengalaman dan ahli di bidang keamanan karena durasi perjalanan dari Wisma Atlet Kemayoran menuju Senayan minimal 30 menit hingga 40 menit," kata Erick.

INASGOC sendiri mulai Juli mendatang bakal menjadikan Gedung Serbaguna di Senayan, Jakarta sebagai gedung kantor sekretariat.

"Kebutuhan ruangan bagi kami mencapai tiga ribu hingga empat ribu meter persegi. Gedung Serbaguna Senayan mampu memenuhi 1.200 hingga 2.000 meter persegi, selain kantor Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang kami pakai saat ini," kata Erick Thohir.

Erick mengatakan keberadaan kantor sekretariat INASGOC akan mempercepat persiapan penyelenggaraan Asian Games ke-18 terutama terkait penyusunan pengurus empat deputi INASGOC.

"Waktu persiapan kami tinggal 14 bulan. Tapi, jangka waktu itu menjadi 13 bulan karena pada Ramadhan persiapan kurang efisien," kata Erick