Atas dasar itu, pelari Ultra Marathon asal Kota Ambon, Maluku saat ini sedang mempersiapkan diri agar bisa kompetitif dalam kejuaraan tersebut.
"Kejuaraan lari jarak jauh di Maroko sangat ekstrem, karena itu perlu mempersiapkan diri dengan baik agar bisa meraih juara dan membanggakan bangsa Indonesia," katanya Matheos, di Ambon, seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai persiapan berlomba di Maroko, selain berlatih berlari sendiri, Matheos pun memupuk mentalnya dengan mengikuti berbagai kompetisi maraton. Salah satunya pada Mei 2017 saat Matheos mengikuti kejuaraan lari ultra marathon di Kebun Raya Bogor (KRB) sejauh 200 kilometer.
"Saya finis jam 8.30 WIB Minggu sebagai juara pertama, dengan catatan waktu 27,44 jam. Ini waktu tercepat saya untuk lari 200 kilometer dan rekor terbaik selama mengikuti kujaraan lari jarak jauh," kata Matheos yang sehari-harinya bekerja sebagai supir angkutan kota di Ambon tersebut.
Menurut Matheos, pengalaman di Bogor dan sebelumnya di Sumba 200 Kilometer dimana ia juga keluar sebagai juara merupakan modal yang meyakinkan dirinya untuk ikut kejuaraan serupa di Maroko.
Adapun untuk kejuaraan di Maroko, Matheos tak hanya mengeluarkan dana sendiri. Ia pun mendapatkan bantuan dana dan moril dari Panglima Komando Daerah Militer Pattimura, Maluku. Matheos mengakui keberhasilan dalam setiap kali mengikuti kejuaraan karena ada sosok yang selalu memberikan dorongan dan semangat kepadanya.
Matheos mulai tertarik pada olah raga lari sejak usia belasan. Dan sejak saat itu ia terus berlatih dan rajin ikut kejuaraan. Kini Matheos telah menginjak usia 45. Meski sudah berkepala empat, Matheos menyatakan dirinya justru merasa lebih tertantang untuk berlatih dan mengikuti kejuaraan nasional maupun internasional.
"Usia tidak ada masalah, saat ini saya masih tetap lari, tetapi kalau memang sudah merasa tidak mampu, cukup sudah sampai di situ," katanya.
Tak ada kiat khusus bagi Matheos dalam menekuni ultra marathon itu. Ia mengaku hanya menjalani latihan secara serius dan disiplin.
"Pola hidup juga harus teratur, seperti menjaga pola makan dan minuman. Saya selalu makan ikan dan sayur-sayuran hijau dan tidak mengonsumsi makanan dan minuman instan," katanya.
"Kita orang Maluku, selain saya belum ada pelari level ultra marathon, yang ada mungkin pelari 10-20 kilomter. Harapan saya, kelak ada generasi penerus di bidang yang saya tekuni ini," katanya.
"Kalau memang ada kemauan dan hobi, silakan berlatih. Saya lihat sudah ada yang mulai latihan walaupun belum bagus, tetapi saya yakin jika serius dan disiplin mereka pasti berhasil menjadi yang terbaik," katanya.