Selain itu, pebalap Pertamina Arden itu pun berambisi untuk menebus performa buruk di tiga balapan sebelumnya. Dari tiga balapan terakhir, Sean belum berhasil meraih poin karena beberapa faktor, termasuk kondisi mobilnya.
"Tentu saya berharap bisa meraih hasil positif di Baku seperti musim lalu. Kami akui balapan di Baku tidak akan mudah, namun saya akan berusaha keras untuk mendapatkan poin," kata Sean seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sean Gelael (kanan) berpose bersama rekan satu timnya Norman Nato (kiri) di Universitas Indonesia, Depok, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
Tantangan sirkuit ini adalah tanjakan curam di dekat balai kota tua dan trek lurus sepanjang 2,2 kilometer yang memungkinkan pebalap untuk menggeber mobil dengan kecepatan sampai 340 kilometer per jam.
Flame Towers menjadi ikon kota Baku yang modern, selain gedung Heydar Aliyev Center. Tiga gedung pencakar langit ini merepresentasikan simbol Azerbaijan yang dijuluki 'Negeri Api'. (CNN Indonesia/Ranny Virginia Utami) |
Salah satu yang membuat balapan di Baku menantang adalah arah arah balapan yang berlawanan dengan arah jarum jam. Lintasan ini memiliki lebar 13 meter, tetapi di antara tikungan tujuh dan delapan, lebar lintasan menyempit menjadi 7,6 meter. Di titik inilah tantangan tersulit bagi pebalap.
Sean Gelael (kanan) berpose bersama rekan satu timnya Norman Nato (kiri) di Universitas Indonesia, Depok, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)